Hat-trick Penampilan Bambang Pamungkas di Pentas Wayang Orang

Hat-trick Penampilan Bambang Pamungkas di Pentas Wayang Orang

  Kamis, 1 March 2018 11:00
Bambang Pamungkas saat memerankan Raden Lesmono Monokumoro (kanan kedua) saat pementasan Wayang Orang “Srikandi Nekat’ di Taman Ismali Marzuki, Jakarta, Minggu (25/2). Imam Husein/Jawa Pos

Berita Terkait

Terbentur Jadwal Piala Presiden, Hanya Sempat Berlatih 4 Kali

Sejak kecil Bambang Pamungkas akrab dengan seni karena ibunya guru tari dan kakeknya punya sanggar. Belum memutuskan apa yang akan digeluti setelah pensiun dari sepak bola kelak. ”Mungkin main film, hahaha,” katanya. 

NURIS ANDI PRASTIYO-M. ALI MAHRUS, Jakarta

PADA detik itu, kemeriahan stadion seperti berpindah ke Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Persis setelah Ivy Batuta, sang pembawa acara, membacakan nama pemeran Raden Lesmono Monokumoro dalam pergelaran wayang orang bertajuk Srikandi Nekat tersebut. ”Bambang Pamungkas,” kata Ivy. Dan dengan segera sorak-sorai serta tepuk tangan bergemuruh. 

Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas, memang legenda di lapangan hijau tanah air. Masih bersama Persija Jakarta sampai musim ini, penyerang 37 tahun itu telah mengoleksi 44 gol dan 96 caps (termasuk laga internasional non-FIFA) bersama tim nasional. 

Tapi, pada Minggu malam lalu (25/2) itu, Bepe berusaha keras melepas atribut dari lapangan hijau. Dan, di atas panggung, melebur sebagai Lesmono. 

Di dunia pewayangan, Lesmono adalah karakter pangeran yang agak ”gemulai.” Atau dalam bahasa Bepe, seperti ditulis di akun Twitter pribadinya yang memiliki pengintil (follower) 5,5 juta, ”harus lucu dan njengkelin”. ”Njengkelinnya udah bawaan dari lahir, lucunya yg susah,” tulis pemain yang pernah merumput di Belanda dan Malaysia itu. 

Seperti juga ketika namanya disebut, sorak-sorai pun kembali bergemuruh saat Bepe mulai muncul di panggung. Berjalan melenggok di atas pentas. Sembari tak lupa memegang kipas. 

Dalam lakon Srikandi Nekat yang disutradarai Nanang Ruswandi tersebut, Lesmono menjadi salah seorang peserta sayembara yang diadakan Srikandi untuk mencari pendamping hidup. Sayembara itu juga diikuti pangeran dari Jepang, Tiongkok, India, dan Arab. 

”Untuk persiapan pentas kali ini agak susah karena jadwal berbenturan dengan Piala Presiden. Jadi, saya hanya sempat berlatih empat kali,” kata Bepe dalam wawancara terpisah melalui e-mail sebelum pementasan. 

Termasuk pentas kali ini, pemain kelahiran Semarang, 10 Juni 1980, tersebut sudah mencatat hat-trick ikut pertunjukan wayang orang. Adalah sang istri Dewi yang paling berperan ”menceburkannya.”  

Bersama tiga sahabatnya, ungkap Bepe, Dewi membentuk Sanggar Tari Cita Prasanna. Tujuannya ialah melestarikan kesenian tradisional, khususnya tari Jawa. 

Dewi sudah sejak empat tahun lalu mengajaknya tampil. Tapi, baru tiga tahun terakhir Bepe memiliki keberanian untuk manggung. Pentas pertama yang diikutinya berjudul Bangkit Majapahit. Yang kedua bertajuk Pandawa Badjang.

Sanggar yang didirikan sang istri bersama para sahabat itu juga mengakrabkan kembali penyerang yang mengantarkan Selangor FA merebut treble winners pada 2005 tersebut dengan dunia tari. Ya, darah seni memang sebenarnya mengalir dalam diri Bepe dari ibunya, Suriptinah, yang merupakan seorang guru tari. ”Kakek saya dulu pernah memiliki sanggar tari,” katanya. 

Dalam sejumlah posting-an di akun Instagram-nya, Bepe kerap pula unjuk kebolehan memainkan jari-jemari di atas tuts piano. Juga di atas senar gitar. Misalnya saat menyanyikan lagu band U2 Stuck in a Moment You Can’t Get Out Of.

Latar belakang seni itu yang akhirnya membuatnya bisa menguasai panggung. Seperti yang terlihat pada Minggu malam lalu, beberapa guyonannya, baik secara verbal maupun bahasa tubuh, berhasil mengundang tawa dalam pentas yang berlangsung tiga jam itu. 

Misalnya saat satu adegan dengan aktris sekaligus presenter Nikita Mirzani yang memakai kemben. Secara spontan Bepe menutup mukanya dengan kipas. Penonton pun langsung gerrr. 

Secara keseluruhan Bepe muncul dalam dua segmen besar di pertunjukan tersebut. Yang pertama bareng Nikita, sutradara Nia Dinata, dan para punakawan. Kedua saat sayembara. Pesohor lain yang turut serta dalam pertunjukan yang bertujuan agar khalayak tak melupakan budaya tanah air itu adalah Maudy Koesnaedi, Indra Bekti, Ivy Batuta, dan Senk Lotta.

Dessy Mulasari, pemeran Srikandi, menyatakan, dalam pementasan tersebut, patron pewayangan tetap berada di jalurnya. ”Tetapi, bisa dilihat, ini wayang orang yang kekinian. Poinnya adalah kami berusaha mengajak generasi milenial untuk ambil bagian dalam misi melestarikan budaya,” terangnya.

Dewi, sang istri, melihat Bepe influencer yang tepat untuk mengajak anak-anak muda, khususnya pencinta sepak bola, agar menengok kembali kekayaan budaya Indonesia. ”Dia ikut terpanggil, ditambah ini ada unsur charity. Dari kecil dia suka nari juga,” kata Dewi yang dalam pentas berperan sebagai prajurit pangeran Jepang.

Srikandi Nekat memang juga ditujukan untuk mengumpulkan dana untuk disumbangkan ke Yayasan Wisma Kasih Bunda milik perancang Anne Avantie. Yayasan tersebut fokus mengulurkan tangan ke anak-anak penderita hidrosefalus. 

Bepe membenarkan bahwa misi pelestarian budaya dan kemanusiaan itu memang magnet yang menarik dirinya hingga mau mentas. ”Ini bentuk nyata kepedulian Cita Prasanna terhadap sesama,” tuturnya. 

Kini, di usia yang sudah 37 tahun, injury time kalau dalam istilah sepak bola, pemain yang identik dengan nomor punggung 20 tersebut mengaku punya beberapa pemikiran profesi setelah pensiun nanti. Tapi, keputusan final belum diambil pria yang juga dikenal piawai memasak itu. ”Wah, belum terpikir. Mungkin main film, hahaha. Siapa tahu,” ujarnya. (*/c9/ttg)

Berita Terkait