Hasil Unas SMA Anjlok

Hasil Unas SMA Anjlok

  Rabu, 3 May 2017 09:30
PAWAI: Sejumlah siswa dari SMAN 1 Sungai Raya, Kubu Raya merayakan hari kelulusan dengan berkonvoi dari sekolahnya dan berakhir di Taman Alun Kapuas. GUSTI EKA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK – Seluruh sekolah menengah atas, SMA/SMK/MA mengumumkan kelulusan peserta ujian nasional. Ketua Panitia Ujian Nasional Kalimantan Barat Kusnadi menyebutkan kelulusan siswa sepenuhnya ditentukan satuan pendidikan. 

“Kami masih menunggu laporan rekapitulasi dari sekolah untuk melihat kelulusan tahun ini,” kata Kusnadi saat ditemui Pontianak Post, Selasa (2/5). 

Saat ini yang bisa dilihat dari nilai peroleh ujian nasional hanya nilai rata-rata untuk mata pelajaran. Kusnadi mengakui ada penurunan nilai dibandingkan tahun lalu.

Ia mencontohkan pada nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA/MA. Nilai yang diperoleh 68,82, kategori nilai C. Lalu untuk jurusan IPS, misalnya. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa 58,21 dengan kategori C. 

Begitu juga untuk SMK nilai rata-rata yang diperoleh siswa yakni 63 dengan kategori C. Sebaliknya yang mengalami kenaikan untuk mata pelajaran kompetensi dengan nilai rata-rata 70,96 dengan kategori B. 

“Jadi memang ada turun sedikit. Justru nilai kompetensi di SMK yang naik dibandingkan tahun lalu. Nilainya lebih baik dari mata pelajaran umum,” kata dia.

Kusnadi menuturkan turunnya itu bisa saja disebabkan karena hasil ujian nasional tidak menjadi penentu kelulusan. Penentu kelulusan itu justru di tangan satuan pendidikan (sekolah). Hasil Unas nanti dikolaborasikan dengan ujian sekolah berstandar nasional.

Menurutnya keetika ujian nasional tidak menjadi penentu kelulusan maka tidak ada motivasi bagi siswa untuk mendapatkan nilai terbaik.

“Karena tidak ada motivasi, jadi siswa menganggap unas itu biasa-biasa saja,” ujar dia. 

Karena itu ia berharap ke depannya pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan yang memberikan motivasi kuat bagi siswa agar tetap termotivasi untuk mengikuti ujian nasional. 

Misalnya, lanjut dia, dari Kementerian pendidikan dan kebudayaan memberikan kesempatan bagi siswa dengan rangking 1-5 masuk tanpa tes ke perguruan tinggi.

“Ini apresiasi bagi siswa. Saya rasa jika dilakukan mungkin menjadi motivasi,” harapnya.

Kendati demikian ia juga berharap satuan pendidikan juga betul-betul mempersiapkan siswanya dengan baik menghadapi UN. “Lakukan apa yang semestinya dalam menghadapi UN nasional. Dalam proses pembelajaran juga satuan pendidikan semestinya dapat berupaya memaksimal,” kata dua.

Akan tetapi Kusnadi memiliki penilaian lain. Menurutnya turunnya hasil UN itu sebagai gambaran indek kejujuran siswa mengikuti Unas. “Saya yakin apa yang dilihat ini adalah sebuah kejujuran yang diberikan anak-anak dalam menghadapi UN,” kata dia.

Terkait dengan hasil ini, Dinas penyendidikan akan menggelar rapat penyelenggaraan ujian nasional. Rapat ini sebagai bentuk evaluasi sekaligus melihat laporan dari masing-masing satuan pendidikan. 

Sementara itu, sejumlah pelajar SMA mengadakan konvoi dan corat-coret seragam untuk merayakan kelulusannya. Para pelajar yang menggunakan sepeda motor beriringan ini melintasi dari SMAN 1 Sungai Raya melewati Jalan Ahmad Yani, sampai berakhir ke Taman Alun Kapuas.  

Meskipun kebanyakan sekolah mengumumkan kelulusan pada sore hari. Pembagian amplop kelulusan di sekolah ini dimulai pagi ini, dan pembagian amplop kelulusan ini disambut antusias para pelajar. Para pelajar itu lalu bergegas mengeluarkan pilok dan memulai menyemprot seragamnya dengan pilok dan juga membubuhkan tanda tangan menggunakan spidol.

Siswa SMA N 1 Sungai Raya, Gugus mengatakan, hal ini dilakukan untuk meluapkan suka cita karena telah lulus SMA. “Siapa sih yang tidak senang, kita sangat senang sekali dan ini momen terakhir bersama teman-teman,” katanya saat ditemui di Taman Alun Kapuas, Selasa (2/4).

Ia juga mengatakan bahwa ia dan teman-temannya sedang merayakan hari kelulusan, meluapkan dengan cara seperti ini pawai mengunakan motor, dengan corat-coret di baju. “Sebagai bentuk luapan emosi bagi kami setelah mengetahui lulus sekolah. Ini momen terakhir bersama teman-teman makanya kami seperti ini,” ujarnya.

Sejumlah pelajar tersebut melakukan konvoi di bawah gerimis di Kota Pontianak, hal tersebut tidak menyurutkan suka cita untuk merayakan kelulusan. 

Saat ditanya apakah ada yang menegur atau memarahi dalam aksi konvoi tersebut. Gugus mengaku tidak ada yang marah karena menurutnya, konvoi dilakukan cukup tertib dan tidak main klakson bahkan juga tidak sampai anarkis.

Seorang pelajar yang mengikuti konvoi tersebut, Defri mengatakan bahwa yang mengikuti konvoi ini satu sekolahan namun hanya sebagian saja banyak juga yang tidak ikut. Hal ini dilakukan karena merasa senang mengetahui lulus sekolah. “Senang banget mengetahui bahwa lulus sekolah. Kami lakukan coret-coret seragam di halaman sekolah, dan juga foto-foto,” ungkapnya.

Puluhan pelajar tersebut tampak kegirangan. Seragamnya penuh dengan pilok dan tandatangan kawan-kawannya. Hal itu diakui Defri sebagai bentuk kenang-kenangan masa abu-abu. Bahkan menurutnya tidak ada yang melarang dan marah kepada mereka saat melakukan hal itu. 

“Tidak ada yang melarang selagi kami tidak membuat anarki gak masalah. Di jalan tertib,” ujarnya. (gef/mse) 

Berita Terkait