Hasanudin Jalani Operasi Mata

Hasanudin Jalani Operasi Mata

  Kamis, 22 February 2018 11:00
PERIKSA : Hasanudin menjalani pemeriksaan mata sebelah kanan Senin (19/2) di Rumah Sakit Santo Vincentius, Singkawang. ISTIMEWA

Berita Terkait

Pasien Dompet Simpatik Pontianak Post 

PONTIANAK - Hasanudin, salah satu peserta Dompet Simpatik telah menjalani operasi mata sebelah kanan.  Hasanudin pun berterima kasih atas bantuan para donatur. Dia berharap ada hasil yang baik pasca operasi. Matanya kembali bisa melihat sehingga tak menyulitkan dia untuk melakukan aktivitas.  

Sudah tiga tahun, Hasanuddin mengeluhkan matanya yang tak bisa melihat. Dia hanya mengandalkan intuisinya untuk berjualan koran. Besar harapannya ingin sembuh tapi dia tidak memiliki biaya untuk berobat. 

Melalui Program Dompet Simpatik Pontianak Post, Hasanudin mendapatkan bantuan biaya berobat dari donatur. Hasanudin didampingi Tim dari Dompet Ummat dibawa ke Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang. 

Hasil pemeriksaan, lanjut dia dokter mengatakan kalau dia mengalami glukoma. Akibatnya, kemampuan penglihatan Hasanudin semakin berkurang. Dia pun kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena penglihatan yang terbatas. 

Berdasarkan keterangan dokter, glukoma yang dideritanya sudah cukup parah. Banyak syaraf mata yang putus, menyebabkan penglihatannya semakin berkurang. Kedua matanya harus dioperasi. “Operasinya harus dua. Katanya kalau satu saja, nanti menjangkit ke satunya lagi. Soalnya ini glukoma,” ujar dia menjelaskan.

Setelah melakukan rangkaian pemeriksaan, Senin, (19/2) ia menjalani operasi mata sebelah kanan.  Dua hari pasca operasi, belum ada tanda-tanda mata Hasanudin bisa melihat. Berdasarkan keterangan dokter, pria 40 tahun ini masih harus bersabar karena proses pengobatan membutuhkan waktu.

“Sekarang belum bisa melihat. Katanya bertahap. Tidak seperti katarak, selesai operasi langsung nampak. Mudah-mudahan dengan teknik operasi ini, bisa membuat mata saya kembali bisa melihat,” ujar dia yang melewati proses operasi selama tiga jam. 

Dokter juga meminta Hasanudin untuk memeriksakan kembali kondisi matanya pada 1 Maret mendatang untuk mengetahui kondisi serta pengobatan selanjutnya.  Sebelum kehilangan kemampuan melihat, Hasanuddin bekerja sebagai pekerja bangunan. Namun, semakin lama keluhan semakin kuat.

“Ini bukan penyakit katarak. Kalau katarak saya sudah bisa dioperasi dari beberapa tahun lalu. Saya juga sudah berobat di beberapa rumah sakit di Pontianak, katanya sulit di sembuhkan,” ucap dia. (mrd)

Berita Terkait