Harus Kemoterapi dan Radiasi Hingga Usia Tiga Tahun

Harus Kemoterapi dan Radiasi Hingga Usia Tiga Tahun

  Jumat, 14 June 2019 10:15
BERJUANG : Arshaka masih berjuang melawan kanker usai mendapatkan penanganan Hydrocephalus. ISTIMEWA

Berita Terkait

Arshaka; Penderita Hidrosefalus dan Kanker Otak

Arsakha Virendra Shafwan, bayi berumur 1 tahun 8 bulan ini mengalami Hydrocephalus pada usia dua bulan. Ukuran kepalanya kian hari kian membesar.  Tak disangka, dari hasil pemeriksaan Arshaka juga mengalami kanker otak atau medulloblastoma yang sudah diderita sejak Januari 2018. 

MARSITA RIANDINI, Pontianak 

ARSHAKA lahir dalam kondisi normal. Layaknya bayi lainnya, Arshaka menunjukkan perkembangan yang baik. Namun di usia dua bulan, diketahui anak ketiga dari empat bersaudara ini didiagnosa Hydrocephalus. Kondisi ini menyebabkan terjadinya penumpukan cairan di dalam otak yang mengakibatkan meningkatnya tekanan pada otak. Ukuran kepala Arshaka kian hari semakin membesar. 

Pihak keluarga membawa Arshaka ke rumah sakit. Dari hasil pemeriksaan, bayi kelahiran 9 Oktober 2017 ini terdiagnosa kanker otak atau Medulloblastoma yang sudah di derita sejak berumur satu tahun.  Belum selesai penanganan Hydrocephalus, Arshaka masih berjuang melanjutkan kemoterapi dan radiasi. Bahkan kesehariannya masih ditemani selang khusus yang dipasang di bagian dada. Selang ini merupakan salah satu alternatif untuk penderita Hydrocephalus agar cairan serebrospinal berlebih pada kepala dapat keluar dan diserap (absorpsi) juga memudahkan para dokter melakukan tindakan medis lainnya.

Ardiansyah, Ayah Arshaka mengatakan, dokter menyarankan Arshaka mendapatkan tindakan kemoterapi setiap dua minggu sekali hingga berusia tiga tahun. Kemudian dilanjutkan dengan radiasi. Tindakan medis yang dilakukan ini membutuhkan dana tidak sedikit. Ardiansyah mengatakan  beberapa hari mendatang, Arshaka kembali akan melakukan kemoterapi ke-27. Masih ada kemoterapi lanjutan yang akan dilalui buah hatinya ini. “Baru setelah itu dilanjutkan radiasi,” kata warga Gang Busri, Jalan Imam Bonjol, Pontianak ini. 

Penyakit yang dideritanya menyebabkan aktivitas fisik Arshaka menjadi berkurang, sulit bicara dan kehilangan keseimbangan serta kakinya yang semakin lemah sehingga belum dapat berjalan. 

“Belum lagi menurunnya kekebalan tubuh kecil Arshaka efek dari kemo yang telah dilakukan, sehingga Arshaka sangat rentan dengan berbagai penyakit yang ada di sekitarnya,” papar dia. 

Ardiansyah tetap berjuang untuk kesembuhan buah hatinya ini, meski ia menyadari butuh biaya yang tidak sedikit. Beragam upaya ia lakukan agak sang buah hati bisa menjalani pengobatan sesuai yang disarankan dokter. Di sisi lain, dia tidak dapat bekerja secara optimal karena harus mengajukan cuti untuk menemani Arshaka melakukan pengobatan. 

Serangkaian pengobatan yang harus dilakukan demi kesembuhan Arshaka ini membuat pihaknya kehabisan dana untuk melanjutkan pengobatan. Dia meminta kerelaan hati para donatur untuk membantu pengobatan anaknya. Melalui Program Dompet Simpatik Pontianak Post, akan dibuka penggalangan dana untuk membantu meringankan biaya pengobatan Arshaka untuk melanjutkan kemoterapi dan radiasi. 

“Kami dan pihak keluarga telah kehabisan dana untuk melanjutkan pengobatan. Kami memohon uluran tangan teman-teman para donatur agar bisa meringankan dan memudahkan langkah kami berjuang demi buah hati kami melanjutkan pengobatan ini hingga selesai. Kami ingin terus berusaha karena melihat Arshaka yang masih sangat kecil saja mempunyai daya juang untuk sembuh,” papar dia.(*) 

Berita Terkait