Harta Karun yang Tersimpan di Dasar Danau

Harta Karun yang Tersimpan di Dasar Danau

  Sabtu, 3 September 2016 09:47

Berita Terkait

Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) merupakan potensi sektor wisata dan perikanan kabupaten Kapuas Hulu. Selain itu, danau yang juga masuk destinasi wisata utama Republik Indonesia ini ternyata menyimpan potensi lain, yakni ketersediaan sendimen sebagai bahan baku pupuk kompos.

 
 

 

Mustaan, Kapuas Hulu

 

SAYANG, potensi itu belum dikelola dengan baik, karena berbenturan dengan peraturan. Kasi produksi tanaman pangan pada Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Perternakan Kabupaten Kapuas Hulu, Sunarto menjelaskan.

Danau Sentarum punya banyak sendimen dedaunan (daun busuk yang terendam di dasar Danau Sentarum). Kawasan danau Sentarum merupakan harta karun bagi masyarakat bumi uncak kapuas yang ingin membuat pupuk kompos untuk keperluan pertanian lokal.

"Jika potensi itu bisa dikelola untuk masyarakat dan kepentingan pertanian, hasilnya akan sangat baik," terangnya, Jumat (2/9).

Dari itu, kata Sunarto, Pemkab Kapuas Hulu harus melek pada potensi potensi kompos yang ada di depan mata. Perlu ada kebijakan bersama instansi-instansi terkait, agar sendimen di danau sentarum dapat dikelola, dan tak merusak ekosistem di kawasan Danau Sentarum.

Sunarto mengaku dirinya pernah mengangkat potensi pupuk kompos dikawasan danau Sentarum.

"Potensi kompos di danau sentarum pernah saya anggkat di pemerintah pusat," cerita dia. Menurut Sunarto, sedimen dedaunan yang terlalu banyak berpotensi mendangkalkan danau. Sehingga daya tampung airnyapun akan berkurang, sehingga potensi bajir ke jalur Kapuas kedepan akan meningkat.

Disisi lain, sendimen itu bisa untuk dijadikan pupuk kompos, pupuk itu juga bisa untuk pendapatan petani di masyarakat. "Kalau masyarakat yang kelola, mereka bisa menjualnya ke perusahan perkebunan, perusahaan kan banyak di Kapuas Hulu," kata dia. Sebelum itu dilakukan, kata Sunarto, pola pengerukan sendimen dedaunan di Danau itu harus diperhatikan agar tak merusak lingkungan.

Waktu yang tepat, menurun Sunarto saat danau tersebut kering.

"Akan tetapi perlu ada penjajakan dengan TNBKDS, jangan sampai terbentur hukum," tuturnya. Sunarto menilai, apabila pemerintah mengijinkan pengelolaan sendimen di danau sentarum, itu secara tidak langsung membuka ruang kerja masyarakat awam.Dalam produksi pupuk kompos, menurut Sunarto, 1 kg-nya sekitar Rp 1000,-

Pupuk organik atau kompos terdiri dari daun dan ranting. Selanjutnya ditambah kapur dolomit untuk menambahkan unsur kalsium dan menaikan PH tanah.

"Takaran 100 kg bahan baku dimasukan 1 sampai 2 kg kapur. Bahan baku bisa berupa brubuk (dedaunan busuk) ada 3 jenis, murni (mayoritas pertanahan) untuk tanaman padi dan berpasir bisa untuk buah-buahan serta kacang-kacangan. (*)

Berita Terkait