Hariadi Kesal, Sepupu Disiram Cairan Kimia

Hariadi Kesal, Sepupu Disiram Cairan Kimia

  Kamis, 16 Agustus 2018 10:00

Berita Terkait

PONTIANAK – Merry Harfiani, ibu rumah tangga di Dusun Karya II, Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sei Ambawang menjadi korban penganiayaan. Ia disiram cairan kimia saat sedang tidur bersama anaknya. Senin (13/8) kemarin. 

Kejadian nahas itu dialami korban sekitar pukul 03.00. Korban yang saat itu sedang tidur bersama anaknya, tiba-tiba berteriak kepanasan akibat cairan yang disiram oleh seseorang tak dikenal. 

Akibat penyiraman itu, rambut korban mengeras, kulit kepala terasa panas. Cairan berbahaya itu tak mengenai kedua bola mata korban. Atas kejadian itu, korban melaporkan apa yang dialaminya ke Mapolsek Sei Ambawang. 

Dari laporan korban, polisi langsung melakukan penyelidikan dengan melakukan olah tempat kejadian perkara. Saksi-saksi dimintai keterangan, alat bukti disita bahkan, diterjunkan anjing pelacak untuk mendeteksi pelaku. 

Hasil deteksi yang dilakukan anjing pelacak itu mengarah kepada seseorang yang tinggal bertetangga dengan korban. Pria itu bernama, Hariadi yang tak lain sepupu korban diamankan. Hasil pemeriksaan, Hariadi tak mengelak, jika dirinyalah yang menyiram cairan kimia itu ke kepala korban. 

Lalu apa yang membuat pelaku nekat menyiramkan cairan kimia itu? 

Kepada Pontianak Post, Hariadi mengaku kesal dengan keluarga korban yang tidak menepati janji. “Bapak saya dengan orangtua korban ada perjanjian tukar tanah. Tanahnya keluarga korban akan dibangun rumah ibadah, lalu tanah orangtua saya akan diberikan kepada mereka,” kata pelaku. 

Hariadi mengatakan, dari perjanjian yang telah disepakati itu, orangtuanya lalu membersihkan lahan milik orangtua korban hingga akhirnya lahan yang hendak dibangun rumah ibadah itu bersih. 

“Setelah lahan itu dibersihkan bapak saya, ternyata pak de (orangtua korban) tak kunjung menyerahkan tanah itu. Saya sakit hati, melihat perlakuan mereka. Bapak saya sudah capek membersihkan, tetapi perjanjian itu tidak ditepati,” dalihnya. 

Hariadi mengaku kesal dengan janji yang tidak ditepati itu. Ia lalu nekat menyiram korban dengan cairan kimia (lem). “Saya menyesal dengan apa yang telah terjadi. Saya meminta maaf kepada korban dan keluarganya,” ucap pelaku. 

Kapolsek Sei Ambawang, AKP Hery Purnomo membenarkan, kasus penyiraman carian kimia tersebut. Menurut Hery, pelaku adalah sepupu korban. “Kasus penyiraman terjadi, Senin subuh, 13 Agustus kemarin,” kata Hery. 

Hery menuturkan, setelah melakukan penyelidikan dengan menerjunkan anjing pelacak milik Polda Kalbar, keberadaan pelaku berhasil diketahui. “Pelaku tinggal disamping rumah korban. Saat itu langsung kami amankan,” ucapnya. 

Hery menuturkan, saat proses pemeriksaan pelaku mengaku jika dirinyalah yang menyiram cairan kimia itu kepada korban. Cairan itu dari sisa, memperbaiki pancingan. Masih dari keterangan pelaku, untuk melancarkan perbuatannya ia merusak jendela kamar, lalu memasukan tangannya dan menyiramkan cairan itu ke bawah jendela. 

“Motifnya sakit hati masalah tanah. Untuk alat bukti yang sudah kami amankan, pakaian pelaku, botol lem yang dibuang pelaku di semak-semak, bantal dan beberapa helai rambut korban yang sudah mengeras,” sambungnya. 

Saat itu, lanjut dia, korban sedang tidur bersama anaknya. Beruntung karena jangkauan tangan pelaku tidak terlalu jauh, cairan yang ditumpahkan hanya mengenai kepala belakang. “terhadap pelaku akan dikenakan pasal 351 dengan ancaman pidana penjara lima tahun,” tegas Hery. (adg) 

Berita Terkait