Hari Pertama Berjalan Lancar

Hari Pertama Berjalan Lancar

  Selasa, 5 April 2016 09:38
TINJAU UNAS: Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero meninjau pelaksanaan Unas hari pertama ke beberapa sekolah di wilayah Kota Putussibau, kemarin (4/4). MUSTA’AN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (Unas) tingkat SMA sederajat dan SMK Tahun Ajaran 2015/2016 di Kabupaten Kapuas Hulu, berjalan lancar, dengan diikuti 2.218 peserta. Wakil Bupati (Wabup) Kapuas Hulu Antonius L Ain Pamero didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kapuas Hulu, meninjau langsung sejumlah sekolah penyelenggara di Kota Putussibau.

Peninjauan dimulai dari SMA Negeri 01, SMA Karya Budi, SMK Negeri 01, dan SMA Negeri 02 Putussibau. Dalam kesempatan tersebut, Wabup mengingatkan para peserta Unas untuk tetap percaya diri dalam mengerjakan soal-soal yang ada. Diingatkan dia, masih ada beberapa hari ke depan pelaksanaan Unas, sehingga mereka memerlukan persiapkan diri dengan maksimal.

Menurut Anton, sapaan karibnya, Unas tetap menjadi kewajiban, walaupun bukan sepenuhnya penentu kelulusan. Paling tidak, dia berharap, ini bisa menjadi tolak ukur dunia pendidikan di Kapuas Hulu, sejauh mana kemampuan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang dibuat secara nasional. Menurut dia, kemampuan anak-anak di Kapuas Hulu tidak kalah dengan daerah lain, sehingga hasilnya nanti tetap bisa memuaskan.

“Saya yakin siswa Kapuas Hulu bisa mengerjakannya dengan baik,” ucap Wabup. Dari hasil pantauan di beberapa sekolah yang telah dia datangi, semua, diakui dia, berjalan lancar sesuai harapan. Begitu juga dengan kebocoran soal Unas, dipastikan dia, tidak ditemukan. Karena, menurut dia, pihak Disdikpora telah merancang sistem pengamanan soal yang baik. Bahkan, dia menambahkan, bahan Unas ini sudah diamankan sebaik mungkin. Soal ujian kali ini, diungkapkan dia, telah disimpan di polsek, sehingga dari awal tidak ada kebocoran.

Pada kesempatan yang sama, kepala Disdikpora Kabupaten Kapuas Hulu, HM Mauluddin, memastikan belum ditemukan sekolah penyelenggara yang mengalami kendala pada pelaksanaan hari pertama Unas. “Sementara dari laporan sekolah penyelenggara tidak ada kendala. Mudah-mudahan tidak ada masalah,” ungkapnya.

Demikian juga dengan sekolah pelaksana Unas di sejumlah kecamatan yang masih dilanda banjir, juga dipastikan dia  tidak mengalami kendala. Mereka sendiri sudah mengantisipasi sejak jauh hari sebelumnya. Sementara proses distribusi soal ujian untuk sekolah di Putussibau Selatan dan Utara, dilakukan mereka pada H-1 pelaksanaan Unas. Dikatakan dia, sebelum didistribusikan ke sekolah pelaksana, soal tersebut dititipkan di masing-masing polsek. “Soal tidak dibawa ke sekolah langsung, kami dititipkan di Polsek, kalau sudah siap baru dibuka di sekolah,” kata Mauluddin.

Menurut Mauluddin, sejauh ini tidak ditemukan naskah soal rusak atau kurang. Beberapa bulan sebelumnya, mereka sudah melakukan pengecekan data peserta Unas. “5 – 6 bulan lalu datanya selalu dicek, sehingga soal yang dikirim tidak kurang. Kalau pun kurang diketahui,” kata dia.

Kepala SMAN 01 Putussibau, M Djusanudin, memastikan tidak ada kendala di hari pertama pelaksanaan Unas. Ia memastikan tidak ada kebocoran soal, karena sistem pengawasan sangat ketat. “Hari pertama UN (Unas, Red) ini tidak ada kendala. Distribusi soal diserahkan ke polsek, tadi pagi jam 5.30 WIB kami ambil ke polsek dan langsung kami distribusi. Kemudian pengawasan sangat ketat,” ungkapnya.

Tim pengawas ada dari Provinsi Kalbar, yakni LPMP, Pemda Kapuas Hulu, dan Dinas Pendidikan Kabupaten, menjadi monitoring secara lengkap. Adapun jumlah peserta Unas di SMAN 01 Putussibau tahun ini sebanyak 177 siswa, dengan komposisi 68 siswa-siswi kelas IPA dan 109 kelas IPS. Djusanudin menargetkan kelulusan Unas tahun ini mencapai 100 persen. “Tahun lalu kami lulus 100 persen, dengan capaian hasil yang memuaskan,” katanya.

Karena, diingatkan dia, sebagian besar untuk syarat melanjutkan ke jenjang berikutnya, maka harus memiliki nilai memadai. Dia memisalkan, untuk menjadi anggota Polri pun, standar nilai harus 6,00. Karena seluruh peserta Unas SMAN 01 Putussibau telah melakukan persiapan matang beberapa bulan sebelumnya, ia sangat optimis akan bisa tercapai. ”Bulan September 2015 lalu kami sudah les, kemudian kami juga ada tryout tiga kali,” katanya.(aan)

Berita Terkait