Hari Peduli Sampah Nasional 2018, 800 Orang Bersihkan Tepian Sungai

Hari Peduli Sampah Nasional 2018, 800 Orang Bersihkan Tepian Sungai

  Minggu, 25 February 2018 08:30
BERSIH SAMPAH: Kegiatan bersih-bersih sampah di sekitar Pelabuhan Senghie yang digelar dalam rangka HPSN 2018, kemarin (24/2). MIRZA A MUIN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Sebanyak 800 orang dari perwakilan komunitas dan lembaga melakukan aksi membersihkan sampah di tepian Sungai Kapuas, Sabtu (24/2) pagi. Dua tempat jadi titik konsentrasi dalam kegiatan tersebut, yaitu Pelabuhan Senghie dan di depan halaman Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak. 

Pantauan Pontianak Post, bersih-bersih sampah itu sudah dilakukan sejak pukul 07.00 WIB. Sebagian rewalan ada yang membersihkan bagian tepi sungai, sebagiannya lagi turun ke sungai menggunakan kapal dan speedboat untuk memungut sampah yang mengapung di sungai.

"Kegiatan yang kami lakukan ini merupakan rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018. Ada 800 orang terlibat dalam kegiatan ini," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak Sri Sujiarti, saat di lokasi, kemarin.

Dijelaskan dia, kegiatan dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Mereka sampai melibatkan perangkat  daerah, di antaranya BWA Kalimantan I Kalbar, Pol Air, Dinas Perhubungan Kota Pontianak, BPBD, Dinas PU Kota Pontianak, pemerintah kecamatan hingga kelurahan,  siswa, Duta Lingkungan, aktivis dan komunitas penggiat lingkungan, serta Forum Pemuda Pencinta Lingkungan di tepian Sungai Kapuas. 

Dari data pihaknya, ada 800 orang turut ambil bagian bersama gotong royong membersihkan sampah dari air serta daratan seputar tepian Sungai Kapuas. Dia berharap, dari gebrakan tersebut bisa menjadi penyemangat dan pemicu perubahan perilaku masyarakat Kota Pontianak, khususnya dalam penanganan masalah sampah. 

Kepada masyarakat mulai kini diimbau Sri agar mengurangi timbunan sampah. Dia berpesan agar melakukan pemilahan, kemudian memanfaatkan yang bernilai ekonomis, mulai dari sumbernya dan terakhir baru dibuang di tempat dan sesuai waktunya. 

Di tempat sama, Abdul Gofur, salah satu anggota Komunitas Organik Pontianak, mengatakan, aksi yang dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup ini memang sudah dilakukan tiap ada kegiatan. "Menurut saya adanya kegiatan seperti ini bagus. Tujuannya untuk mengajak semua masyarakat terlibat untuk bersama-sama peduli sampah. Jadi persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, namun semua masyarakat Pontianak," katanya.

Menanggapi persoalan sampah, dilihatnya belum semua masyarakat yang paham. Buktinya, diungkapkan dia bagaimana sebagian masyarakat masih banyak membuang sampah sembarangan. “Mudah-mudahan dengan aksi ini, sedikit demi sedikit masyarakat semakin paham dan mau membuang sampah di tempat yang telah disediakan,” harap dia.

Menurutnya, edukasi tentang sampah harus terus disampaikan pada masyarakat. Dengan pemberian pemahaman terus menerus, dia yakin ke depan masyarakat akan semakin paham tentang persoalan sampah. 

Selama turun lapangan membersihkan sampah, kendala yang ditemui mereka adalah persoalan minimnya peralatan. Meski demikian tak jadi persoalan, pihaknya terus memberikan edukasi pada masyarakat agar jangan membuang sampah disembarang tempat. (iza)

 

Berita Terkait