Hari Ini Kampanye Terbuka di Kalbar, Midji Minta Enam Hal ke Jokowi

Hari Ini Kampanye Terbuka di Kalbar, Midji Minta Enam Hal ke Jokowi

  Rabu, 27 March 2019 09:04

Berita Terkait

  1. Jalan Tol Pontianak-Singkawang
  2. Jalan Lingkar Luar Kota Pontianak
  3. Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB)
  4. DOB Provinsi Kapuas Raya
  5. Bandara Supadio Jadi Embarkasi Haji
  6. Jembatan Paralel Kapuas 1 Pontianak

PONTIANAK – Kampanye terbuka Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, Rabu (17/1) yang dihadiri Jokowi tidak disia-siakan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji. Pria yang juga menjabat Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Maruf di Kalbar itu menyatakan akan menyampaikan enam permintaan ke Jokowi. 

Ia pun mengajak kepada para pendukung Capres dan Cawapres Nomor Urut 01 untuk datang seramai-ramainya ke tempat kegiatan kampanye di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya. 

"Datanglah seramai-ramainya, hadiri. Kalau kepentingan saya adalah meminta komitmen Capres dalam hal ini Pak Jokowi untuk beberapa hal," ungkap Midji.

Adapun permintaan yang akan disampaikan Midji ke Jokowi yakni soal pembangunan jalan tol Pontianak-Singkawang. Ia menilai jalan tersebut sangat dibutuhkan untuk bisa mengantisipasi operasional kendaraan angkutan saat Pelabuhan Internasional Kijing selesai dibangun. "Tahun 2020 paling lama (pelabuhan selesai dibangun)," ungkapnya.

Permintaan kedua yaitu terkait pembangunan jalan lingkar luar (outer ring road) Kota Pontianak. Menurutnya, rencana pembangunan jalan tersebut sebelumnya sudah pernah dibahas bersama pemerintah pusat. 

"Nanti kami akan rapat untuk masalah lahannya. Pemprov Kalbar sama Pemkab Kubu Raya urusan lahan. Nah, jalan lingkar luarnya saya harap karena Pak Jokowi sangat konsen infrastruktur maka saya akan minta itu," jelasnya.

Sedangkan untuk yang ketiga, Mantan Wali Kota Pontianak itu meminta pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB) yang sempat tertunda dapat segera direalisasikan. Ia berharap dalam waktu dekat ini, Menteri PU-PR sudah menentukan titik lokasi pembangunannya. "Itu karena FS (studi kelayakan) dan DED (Detail Engineering Design)-nya sudah," ucapnya. 

Keempat, Midji meminta dukungan Jokowi untuk mewujudkan daerah otonomi baru (DOB) Provinsi Kapuas Raya. Alasannya karena pemekaran tersebut sangat perlu sebagai upaya mendekatkan pelayanan pemerintah pada masyarakat. "Saya berharap itu diwujudkan apabila beliau (Jokowi) terpilih kembali nanti. Saya yakin itu akan diwujudkan," ujarnya.

Menurut Midji, poin-poin permintaannya ini sangat realistis. Termasuk pembangunan Jembatan Parelel Kapuas 1 Pontianak yang diklaim sudah disetujui oleh Presiden Jokowi. Persoalannya hanya tinggal pembebasan lahan oleh Pemkot Pontianak. "Itu kan ada beberapa bangunan yang cukup besar, yang arah kota. Bekas kebakaran itu memang tidak boleh dibangun lagi. Kalau arah ke timur, Insyallah bisalah," ucapnya. 

Selain itu, ia juga berharap Bandara Internasional Supadio bisa menjadi bandara embarkasi haji jika nanti Jokowi terpilih kembali. Jika bandara ini menjadi embarkasi haji maka biaya untuk jemaah Kalbar akan lebih murah. 

Midji menilai, komitmen-komitmen seperti ini penting untuk dituntut kepada calon presiden supaya ada dampak positif yang diperoleh daerah. Masing-masing pendukung disarankan menuntut komitmen dari tiap capres pilihannya untuk membangun Kalbar. Hal itu akan jauh lebih produktif daripada ribut memperdebatkan perbedaan pilihan.

"Komitmen ini yang harus diminta. Jangan cerita (ribut) beda pilihan. Nah, yang memilih di sebelah (Capres 02) tuntut juga apa. Jadi, ini kita bicara untuk Kalbar bukan untuk kepentingan pribadi saya, apalagi saya ini kan baru jabat (gubernur) enam bulanan," terangnya.

"Bukan hanya sekadar (simbol) jari, tapi program apa untuk Kalbar. Sama-sama bisa menuntut. Jangan ribut beda pilihan, karena kita tidak bisa memaksakan orang memilih yang sama," tambahnya.

Sebagai bagian dari tim sukses Capres dan Cawapres Nomor Urut 01 di Kalbar, Midji yakin pasangan Jokowi-Maruf bisa meraup suara minimal 57-58 persen di provinsi ini. Ia pun yakin target itu bisa tercapai, termasuk kemenangan Jokowi-Maruf di Pilpres nanti. "Saya memilih dengan rasional bukan emosional. Track record dan kinerja itu penting," imbuhnya. 

Sementara untuk keikutsertaan dalam kampanye terbuka hari ini, ia memastikan sudah mengurus kelengkapan surat izin cuti. "Izinnya sudah ada, tembusannya kan pasti ada ke Bawaslu. Pokoknya saya sudah ada izin cuti, saya menemani (Jokowi) kampanye," pungkasnya.

Juru Bicara Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf di Kalbar, Andrew Yuen, menyebut, kedatangan capres nomor urut 01 ke Bumi Khatulistiwa memang masuk dalam rangkaian agenda kampanye Pilpres pasangan tersebut. Dia berharap, kedatangan Jokowi pada hari ini (27/3), akan meningkatkan elektabilitas sekaligus perolehan suara di Kalimantan Barat. 

"Target kami persentase suara yang diraih pasangan Jokowi-Ma'ruf di Kalbar sama dengan target nasional," tutur dia.

Kedatangan Jokowi, tambah, Yuen akan disambut sekitar 10 ribu pendukungnya. Hingga tadi malam, seluruh persiapan menyambut kedatangan Jokowi sudah rampung. “Seluruh persiapan, mulai dari lokasi, keamanan, sampai sound system sudah beres,” ungkapnya.

Jokowi dijadwalkan tiba di Bandara Supadio sekitar pukul 08.00. Selanjutnya Jokowi akan langsung menuju lokasi kampanye rapat umum yang dipusatkan di Qubu Resort, Jalan Arteri Supadio. Kampanye akbar akan digelar mulai pukul 09.00 hingga 11.00. Usai berkampanye di Kalbar, Jokowi akan melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (bar/sti)

Berita Terkait