Hari Ini Dipulangkan

Hari Ini Dipulangkan

  Jumat, 22 January 2016 08:59
KRI TELUK GILIMANUK : Kapal Republik Indonesia Teluk Gilimanuk-531 telah merapat di dermaga Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Pontianak, Kamis (21/1). Kapal ini bakal mengangkut anggota Gafatar yang saat ini berada di lokasi pengungsian di Markas Perbekalan dan Angkutan Kodam (Bekangdam) XII Tanjungpura, Kubu Raya. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Evakuasi anggota Gafatar dari beberapa kabupaten di Kalbar menuju Kubu Raya terus berlanjut. Sebanyak 80 kepala keluarga dengan total 259 jiwa dari beberapa kecamatan di Kabupaten Bengkayang tiba di penampungan di Denbekang, Kubu Raya, Kamis (21/1).

“Sebenarnya kami sudah meminta agar ditahan dulu. Tunggu tanggal 24 Januari dan 25 Januari baru diberangkatkan ke sini (penampungan) karena terbatas lokasinya,” ujar Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Provinsi Kalbar Aliuk, kemarin di Denbekang, Kubu Raya.Tetapi ternyata pemerintah Bengkayang tetap mengevakuasi anggota Gafatar dari daerahnya. Hal ini dikarena situasi dan kondisi di daerah yang mengharuskan mereka dievakuasi dari Kecamatan Capkala, Sungai Raya, dan Sungai Raya Kepulauan. Kebanyakan mereka berasal Jawa Barat.

Tak hanya dari Bengkayang, Pemerintah Kabupaten Sintang dan Melawi juga akan dievakuasi pada hari yang sama.“Tadi Kapolres Melawi dan Pj Bupati Sintang juga menelepon, sudah dinegosiasi tetapi tak bisa juga ditahan. Karena situasi dan kondisi, mereka tetap diberangkatkan pada malam hari,” ungkap Aliuk.Aliuk berharap masyarakat di kabupaten/kota dapat menahan diri memahami kondisi penampungan yang terbatas tersebut. Sebelum kedatangan dari Bengkayang, jumlah anggota Gafatar yang sudah ditampung mencapai 1.600 orang. Mereka berasal dari dua lokasi yakni Denbekang dan Kompi B. Dengan kedatangan dari Bengkayang, Melawi, dan Sintang, total yang akan ditampung bisa lebih dari dua ribu orang.

Aliuk mengatakan pada hari ini, Jumat (22/1) akan dilaksanakan pemulangan pertama sebanyak 361 orang. Mereka akan dilepas Gubernur atau Wakil Gubernur Kalbar, Kapolda Kalbar, serta Pangdam XII Tanjungpura. Pemulangan ini sudah dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan sekitarnya.“Mereka dipulangkan menggunakan KRI Gilimanuk. Secara teknis kami koordinasikan agar tahap pertama ini untuk mereka yang berasal dari Semarang dan sekitarnya,” jelas Aliuk.Aliuk menambahkan setelah didata, ternyata anggota Gafatar ini tak hanya berasal dari provinsi di Pulau Jawa, melainkan juga provinsi lainnya seperti DKI Jakarta, Banten, dan Palembang.

“Nanti saat naik ke atas kapal, kami sudah berkoordinasi dengan TNI agar menghitung kembali. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil juga diminta ikut mendata,” katanya.Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar, Jakius Sinyor juga meninjau ke lokasi penampungan, kemarin. Ia memantau kondisi toilet umum yang ada di sana.“Kami sudah menyiapkan enam WC umum portabel dan genset,” kata Jakius.Jakius mengatakan toilet itu bukan milik Dinas PU melainkan disewa untuk kondisi tanggap darurat. Ia akan terus memantau lokasi penampungan seiring terus berdatangannya mantan anggota Gafatar dari kabupaten kota di Kalbar.

“Kami tak bicara anggaran. Ini tanggap darurat dan laksanakan saja dulu,” katanya.Tak hanya Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar juga telah menempatkan empat tim sejak awal kedatangan mantan anggota Gafatar. Tim ini siaga 24 jam, jika ada yang sakit di sana.“Obat-obatan juga ada. Kami juga memberikan makanan tambahan bagi balita maupun ibu hamil,” ujarnya.Sementara itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar memberikan pernyataan sikap terhadap aliran atau ajaran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Ketua FKUB Kalbar Wajidi Sayadi mengatakan ada beberapa poin pernyataan yang dikeluarkan FKUB Kalbar. Pertama FKUB menolak kehadiran Gafatar ataupun anggota Gafatar sebagai organisasi bila menyatakan paham semua agama yang oleh Gafatar di sebut sebagai Millah Abraham.“Ini jelas dapat merusak kerukunan umat beragama yang ada termasuk di Kalbar,” katanya saat menggelar pertemuan di Kantor FKUB Kalbar, Jalan Dr Sutomo, Kamis (21/1).

Kemudian yang kedua masalah sesat atau tidak sesatnya aliran Gafatar diserahkan kepada Majelis Ulama Indonesia yang lebih berwenang. Ketiga penanganan anggota Gafatar sepenuhnya diserahkan kepada pihak yang berwajib dalam hal ini pemerintah.Lalu keempat semua pihak dimohon tidak anarkis terhadap warga anggota Gafatar dengan cara atau alasan apapun. Karena itu FKUB Kalbar Kalbar mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kalbar untuk tidak mudah terpengaruh kepada aliran dan organisasi yang belum jelas keberadaanya.

Terakhir FKUB mengimbau kepada pemerintah setempat dari mulai RT, RW, kelurahan, kecamatan, kabupaten dan kota sampai provinsi untuk mendata identitas para pendatang baik tergabung dalam organisasi apapun atau perorangan.Pernyataan sikap tersebut dikeluarkan setelah pimpinan dan pengurus FKUB yang diwakili tiap agama yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu mengadakan pertemuan. Mereka diantaranya Wajidi Sayadi, Ignatius Lyong, Putu Dupa Bandem, Daniel Alpius, Sutadi dan Pandita Edy Tansuri. (uni/bar)

Berita Terkait