Hari Ibu Momen Bangun Ketahanan Keluarga

Hari Ibu Momen Bangun Ketahanan Keluarga

  Sabtu, 22 December 2018 11:55
UPACARA: Wakil Rektor II Universitas Tanjungpura Rini Susilawati memimpin upacara Hari Ibu di Halaman Rektorat Untan. Abdurrahman for Pontianak Post

Berita Terkait

PONTIANAK – Wakil Rektor II Universitas Tanjungpura  Rini Susilawati memimpin upacara Puncak Peringatan Hari Ibu Halaman Rektorat Untan, Jumat (21/12). Sementara itu Rektor Untan Thamrin Usman menjadi peserta upacara. Peringatan kali ini mengangkat tema 'Bersama Meningkatkan Peran Perempuan dan Laki-laki dalam Membangun Ketahanan Keluarga untuk Kesejahteraan Bangsa'. Suasana apel sendiri cukup unik lantaran para peserta perempuan mengenakan pakaian tradisional Pontianak, yakni baju kurung.

Dalam amanatnya dia memaparkan, hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia, dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan peran perempuan Indonesia sungguh bermakna. Ekspresinya antara lain terlihat dalam Kongres perempuan pertama 22 Desember 1982 di Yogyakarta sebagai tekad bersama mendorong pembentukan Indonesia merdeka. Setiap diselenggarakan hari Ibu Indonesia dapat dimaksudkan atau diarahkan untuk selalu membangkitkan Semangat perjuangan tentang keluhuran dan keagungan perempuan sebagai Ibu dan keibuan yang protektif terhadap kehidupan.

“Peringatan Hari Ibu ini juga membawa pengaruh positif bagi perempuan dan masyarakat yang terdorong untuk selalu menghargai hak haknya sebagai perempuan Hal ini membuktikan bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas kehidupan secara mandiri," kata dia saat membacakan Amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise.

Perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara, lanjutnya, juga mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan.  Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang sadar, memahami dan memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Untan, Dewi Ayumi Thamrin mengharapkan, peringatan Hari Ibu ke-90 tahun 2018 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki pada setiap aspek kehidupan baik di dalam keluarga masyarakat maupun bangsa dan bernegara untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Namun dia menilai perempuan juga wajib mengingat kodratnya, yaitu membesarkan anak-anak dan melayani suami. “Tugas seorang ibu yang utama tetap membesarkan anaknya, mengajarkan mereka untuk bertika, kesalehannya, dan pendidikannya. Tentu saja hal tersebut tidak boleh ditinggalkan oleh seorang ibu,” pungkasnya. (ars)

Berita Terkait