Hari Guru Nasional 2017; Pemerintah Gagal Tingkatkan Kompetensi Guru

Hari Guru Nasional 2017; Pemerintah Gagal Tingkatkan Kompetensi Guru

  Sabtu, 25 November 2017 12:09
Guru khusus untuk siswa tunarungu dengan sabar mengajarkan anak didiknya (Meldrick/Radar Bogor)

Berita Terkait

 Pembangunan karakter dan keteladanan guru masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Sebab keteladanan dan karakter guru itu akan menjadi contoh bagi siswa. Output dari sebuah pendidikan yang berjalan panjang selain, intelektual berkualitas juga karakter lulusan berbudi pekerti.

"Sekarang sebenarnya yang kita inginkan adalah keteladanan itu untuk membangun karakter gurunya dulu harus belajar. Kalau siswanya belajar, gurunya juga harus belajar. Nah, ini terkait dengan peningkatan kompetensi guru," kata Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim kepada JawaPos.com saat diminta komentarnya soal Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2017.

Ramli menilai, sayangnya pelatihan peningkatan kompetensi guru yang selama ini berjalan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak maksimal. Bahkan, dapat dikatakan gagal.

Sebagai contoh terkait metodologi ceramah sebagai upaya peningkatan kompetensi guru tidak berdampak banyak terhadap aplikasi pembelajaran di kelas. Serta, dinilai belum efektif membangun kreativitas para guru dalam mendidik siswa.

Selain itu, anggaran biaya pelatihan kompetensi guru terlalu mahal. Sementara hanya sedikit guru yang tersentuh pelatihan tersebut. "Kenapa sedikit? Memang jumlah pelatihannya kecil, karena setiap pelatihannya itu anggarannya begitu besar. Dan yang paling penting adalah yang ikut pelatihan yang itu-itu saja. Jadi tidak tersentuh ke mana-mana," paparnya.

[Hari Guru Nasional 2017, Kompetensi guru, Kemendikbud, pemerintah gagal,]

Guru di daerah pedalam saat mengajar dengan siswa dua orang (Alan Rusandi/Kaltim Post)

Diketahui, pendidikan karakter dan keteladanan guru menjadi tema utama dalam peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2017. Dua frasa tersebut selaras dengan salah satu kebijakan prioritas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yaitu Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang menempatkan guru sebagai aktor utama dalam implementasi PPK.

Melalui tema itu, Kemendikbud mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan suasana sekolah seperti pemikiran Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara.

(put/ce1/JPC)

Berita Terkait