Harga Sembako Serimbu, Kabupaten Landak Masih Fluktuatif

Harga Sembako Serimbu, Kabupaten Landak Masih Fluktuatif

  Sabtu, 3 November 2018 09:44
TAK STABIL: Pedagang di pasar tradisional Serimbu, menujukkan harga bapokting. Sebulan jelang natal, harga bapokting di daerah tersebut masih fluktuatif.

Berita Terkait

Sebulan Jelang Natal, Awas Penimbunan Spekulan

Saat ini HET hanya berlaku di Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Kabupaten Landak sampai saat ini juga belum adanya agen distributor. Sehingga harga sembako tidak akan bisa stabil. Apalagi menjelang hari besar keagamaan, seperti Natal dan Tahun Baru.

Miftahul Khair, SERIMBU

SEJUMLAH harga barang kebutuhan pokok dan penting (Bapokting) masih terpantau naik turun sebulan menjelang Natal dan Tahun Baru di sejumlah pasar tradisional di Kecamatan Air Besar. Harga-harga bapokting seperti, beras lokal berat Rp 118.000 per 10 Kg dan beras kemasan harga Rp 165.000 per 12 Kg. 

Sementara daging sapi masih menyentuh harga Rp 150.000/kg sedangkan babi di harga Rp 70.000/kg. Begitu juga ayam ras, masih terbilang tinggi di harga Rp 40.000/kg, ayam kampung harga Rp 70.000/kg.

Sementara untuk harga cabai kering mencapai Rp 75.000/kg, sedang cabai merah di harga Rp 70.000/kg. Dan cabai rawit cakra seharga Rp 80.000/kg serta cabai rawit lokal seharga Rp 55.000/kg. Harga bawang pun masih terus menurun. Setelah sempat naik di awal 2018 lalu. Harga bawang merah perkilonya dihargai Rp 40.000/kg dan bawang putih seharga Rp 40.000/kg.

Sedangkan untuk harga lainnya, yakni telur ayam ras Rp 1.700/butir, telur ayam kampung Rp 4.500/butir, telur bebek asin Rp 4.000/butir dan gula pasir seharga Rp 14.000/kg. Sedangkan Gas Elpiji 3 Kg seharga Rp 25.000/tabung.

Kanit Intelkam Polsek Air Besar Bripka Deni Ardiansyah yang melakukan monitoring terhadap harga Sembako di pasar tradisional Kecamatan Air Besar, Rabu (31/10) mengatakan dari hasil pengecekan itu, dapat diketahui update harga sembako itu. "Pengecekan harga sembako ini kita laksanakan dalam rangka untuk mengontrol perubahan harga Sembako di wilayah Kabupaten Landak," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (2/11) lalu.

Dari hasil tanya jawab dengan sejumlah pedagang, ampai saat ini pedagang di pasar rakyat tradisional Serimbu belum bisa menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) oleh pemerintah. "Saat ini HET hanya berlaku bagi wilayah Kota Pontianak dan Kota Singkawang. Selain itu, Kabupaten Landak sampai saat ini juga belum adanya agen distributor, sehingga harga sembako tidak akan bisa stabil," ujar Deni.

Keadaan tersebut tidak menutup kemungkinan harga sembako akan kembali mengalami perubahan harga, terjadinya penimbunan sembako oleh spekulan serta terjadinya mafia atau kecurangan timbangan oleh para pelaku usaha. "Kebutuhan pokok sebagai langkah antisipasi terjadinya kenaikan harga kebutuhan bahan pokok yang dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas," katanya. (*)

Berita Terkait