Harga Rumah Subsidi Diperkirakan Naik

Harga Rumah Subsidi Diperkirakan Naik

  Kamis, 17 January 2019 10:52

Berita Terkait

PONTIANAK – Rumah bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tahun ini diperkirakan akan mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut, disebabkan karena beberapa faktor, salah satunya kenaikan harga bahan bangunan.

“2019 ini ada rencana harga rumah dari pemerintah mau dinaikkan,” ungkap Ketua Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) Kalbar, Khairiana, kemarin.

Kenaikan tersebut, diprediksinya akan terjadi pasca digelarnya Pemilihan Umum (Pemilu) April 2019 mendatang. Dia menduga, kenaikan tersebut salah satunya dikarenakan naiknya harga bahan-bahan bangunan.

Meski kenaikan harga bahan bangunan itu hingga saat ini belum mengalami kenaikan, namun wacana itu semakin menguat. “Seperti harga semen, saya dengar mau naik Rp1500an,” sebutnya.

Adanya kenaikan ini, kata dia, akan mempengaruhi aturan-aturan yang telah dibuat pemerintah saat ini. Kenaikan harga menurutnya, tentu saja akan mengubah strategi pengembang dalam membangun rumah bersubsidi. Pengembang tidak bisa dengan mudah mengubah harga rumah bersubsidi.

“Kalau ada kenaikan, tahun 2019 pasti ada lagi perubahan syaratanya. Pengembang nantinya harus pandai-pandai atur strategi. Misalnya, jika ingin memakai harga di tahun 2018, mungkin bisa disiasati, dengan mengurangi luas tanah,” jelasnya.

Selaku asosiasi yang menaungi pengembang perumahan, pihaknya memiliki harapan di tahun ini. Jika pun nanti ada kenaikan harga rumah bersubsidi, harap dia, pemerintah lebih mempertimbangkan persyaratan-persyartan yang harus dipenuhi oleh pengembang maupun debitur. Diakuinya, persyaratan yang dikenakan itu, cukup menyulitkan. “Harapannya, untuk syarat pengembang jangan terlalu menyulitkan, begitupun bagi debitur, syaratnya jangan terlalu bayak,” katanya.

Dia menilai, permintaan masyarakat untuk memiliki rumah bersubsidi masih sangat tinggi. Penjualan rumah bersubsidi di tahun 2018 pun, dikatakannya cukup menggembirakan. Namun, sejumlah persyaratan, disebutkannya menjadi kendala bagi masyarakat untuk memiliki rumah bersubsidi.

“Masyarakat dapat dikatakan semangat untuk memiliki rumah, hanya mereka sering terbentur dengan syarat. Catatan kredit macet yang sebelumnya pernah dilakukan oleh debitur, membuat mereka sulit memenuhi persyaratan dari perbankan,” pungkasnya. (sti)

Berita Terkait