Harga Daging Sapi Rp120 Ribu

Harga Daging Sapi Rp120 Ribu

  Selasa, 7 June 2016 09:32
DAGING: Menyambut puasa bulan ramadan sejumlah konsumen banyak membeli daging sapi di Pasar Tradisional. AIRIN FITRIANSYAH//PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG—Menyambut puasa sejumlah pedagang daging sapi meraup keuntungan dengan semakin meningkatnya konsumsi di pasar tradisional Kota Singkawang. Harga daging sapi dalam kisaran Rp 120 ribu perkilogram. Nilai jual daging sapi tersebut tidak mengalami kenaikan maupun penurun harga di pasar tradisional.

"Harga daging sapi lokal tetap harga biasa. Tidak ada penurunan harga ataupun kenaikan harga daging sapi," ucap Hamdani, salah seorang pedagang Minggu (5/6) kepada media ini. Dia mengatakan, beberapa hari menjelang puasa penjualan daging sapi terus meningkat. Ini karena umat muslim akan merayakan hari pertama puasa di bulan ramadan. 

Ia menuturkan perayaan puasa di bulan  ramadan  sudah menjadi bagian dari tradisi umat muslim di wilayah Kota Singkawang. Banyak konsumen berbelanja kebutuhan pokok selama untuk kebutuhan berbuka puasa dan sahur di bulan ramadan.

"Perayaan  puasa tahun ini cukup baik. Permintan konsumen daging sapi meningkat. Kondisi seperti ini sudah biasa dialami pedagang selama ramadan," ungkapnya saat melayani konsumen di Pasar Tradisional Kota Singkawang.

Warga Kelurahan Roban Singkawang Tengah Hasan menambahkan harga daging sapi dinilai masih mahal di pasar tradisional. Ini karena semua kebutuhan barang pokok keluarga mengalami kenaikan harga dipasaran Kota Singkawang.

"Saat ini harga daging sapi mahal  dipasaran. Barang kebutuhan pokok  lainnya juga mengalami kenaikan harga. Akibatnya banyak masyarakat mengeluh karena harga barang tidak sebanding dengan penghasilan,"tuturnya.

Dia menyatakan stabilitas harga barang kebutuhan pokok selama ini tidak menentu dipasaran. Ini disebabkan menimnya pengawasan harga barang pokok  dipasaran tradisional. Sehingga persediaan barang untuk kebutuhan masyarakat tidak tercukupi di Kota Singkawang.

Ia mengungkapkan keterbatasan jumlah barang pokok dan mahalnya barang produksi yang diambil dari pulau jawa membuat harga barang mengalami kenaikan harga dipasaran. Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pemerintah pusat guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Kota Singkawang.

"Saat ini kita masih bergantung dengan hasil produksi dari laur daerah. Rata-rata kebutuhan pokok kita masih di suplay dari pulau jawa. Ini yang membuat ekonomi masyarakat kita menjadi lemah karena  tidak mampu bersaing secara ekonomi dipasaran," imbuh ayah tiga anak. (irn)

Berita Terkait