Harga Daging Sapi Di Pinoh Bakal Sentuh Rp170 Ribu per Kilogram

Harga Daging Sapi Di Pinoh Bakal Sentuh Rp170 Ribu per Kilogram

  Senin, 11 June 2018 11:11
SAPI: Ketersediaan daging sapi lokal diperlukan. Saat ini daging sapi impor banyak dijual kepada konsumen di Nanga Pinoh. AIRIN FITRIANSYAH//PONTIANAK POST

Berita Terkait

Harga Daging Sapi Lokal Diprediksi Bakal Naik 

Ketersediaan daging sapi lokal yang sulit diperoleh, memungkinkan sehari jelang lebaran mendatang akan terjadi ledakan harga daging sapi ini. Di Nanga Pinoh, kabupaten Melawi misalnya. Sapi lokal dipasok dari Kalimantan Tengah.

Airin Fitriansyah, Nanga Pinoh

Hari Raya Idul Fitri kurang dari sepekan. Namun, ketersediaan daging sapi lokal, yang bakal menjadi menu utama saat lebaran tiba, akan melonjak. Di pasar tradisional di kabupaten Melawi, diprediksikan harga daging sapi bakal meroket. 

Kisarannya antara harga Rp 150 ribu - Rp 170 ribu per kilogram di jual kepada konsumen. Ketersediaan daging sapi lokal lebaran tahun ini sulit didapatkan. 

‘’Bagi pedagang daging sapi lokal didatangkan dari Kalimantan Tengah," ucap Pedagang Daging Sapi Kamaruddin, Minggu (10/6) kepada media ini.

Dia mengatakan, tingginya harga daging sapi lokal dipasaran, membuat para pedagang kesulitan memasarkannya kepada konsumen. Selama ini, rata-rata daging sapi yang tersedia hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah makan dan kebutuhan rumahtangga.

Ia menuturkan apabila daging sapi lokal tidak tersedia dipasaran, pedagang banyak menjual daging sapi impor kepada konsumen. 

Dikarenakan stok daging sapi impor banyak tersedia di pasaran tradisional Nanga Pinoh Kabupaten Melawi.

"Harga daging sapi impor lebih murah dijual kepada konsumen Rp 120 ribu sampai Rp 130 ribu perkilogram. Berbeda halnya dengan daging sapi lokal yang harganya lebih ditinggi dijual dipasaran," tukas Kamaruddin, pedagang daging sapi Pasar Markasan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi.

Sementara konsumen Pasar Markasan Nanga Pinoh Herman menanggapi harga daging sapi menjelang lebaran bervariasi di jual kepada masyarakat. Biasanya pada saat lebaran stok daging sapi lokal banyak tersedia untuk di jual kepada konsumen Kabupaten Melawi.

"Biasanya menyambut lebaran permintaan daging sapi meningkat. Ini yang membuat harga daging sapi lokal mahal dijual kepada konsumen," tukasnya.

Dia menyatakan kenaikan harga daging sapi lokal pada hari besar perayaan lebaran. Ini sudah sering dialami masyarakat daerah. Bahkan kejadian tersebut setiap tahun sekali, ketersediaan daging sapi lokal tidak mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Melawi.

Ia mengungkapkan padahal secara geografis tata letak daerah pemerintahan kota juang. Sudah layak  dijadikan pusat peternakan dilingkungan kabupaten. Supaya Hasil produksi peternakan dapat berkembang lebih baik dilingkungan masyarakat daerah.

"Tata letak geografis untuk peternakan sapi perlu disediakan secara layak. Supaya potensi peternakan dapat berkembang. Begitu juga program peternakan bisa ditingkatkan lagi di tengah masyarakat daerah," imbuh Herman ayah dua anak di Pasar Markasan Nanga Pinoh. (*)

Berita Terkait