Harga Daging Ayam Turun

Harga Daging Ayam Turun

  Sabtu, 9 February 2019 11:27
Daging ayam

Berita Terkait

MEMPAWAH - Pemerintah Kabupaten Mempawah melalui instansi terkait terus meningkatkan kontrol dan pengawasan terhadap aktivitas pasar di masyarakatnya. Dari pantauan petugas, di pekan pertama Februari 2019 ini harga jual daging ayam mengalami penurunan.

“Kami selalu berusaha mengintensifkan pengawasan terhadap aktivitas pasar. Tujuannya, agar selalu mengetahui perkembangan harga jual pasar,” terang petugas pengawas pasar, Aisyah Allie, mewakili Kepala Dinas Perindagnaker Kabupaten Mempawah, Yusri, SE, M.Si, Jumat (8/2) sore di Mempawah.

Selama momentum imlek 2570 ini, Aisyah mengungkapkan harga sejumlah komoditi mengalami penurunan. Salah satunya daging ayam yang semula Rp45 ribu perkilogram, turun menjadi Rp40 ribu perkilogram. “Secara spesifik kami tidak tahu pasti penyebab turunnya harga daging ayam potong ini. Kemungkinan disebabkan persediaan atau stok daging ayam melimpah di pasar. Biasanya karena sedang memasuki musim panen di tingkat peternak,” pendapatnya.

Aisyah menilai penurunan harga jual komoditi daging ayam potong memberikan dampak positif bagi perekonomian rumah tangga. Mengingat, ayam potong menjadi salah satu komoditi lauk pauk yang saban hari dikonsumsi masyarakat. “Konsumen pasti senang dengan penurunan harga jual ayam potong ini. Karena, sudah cukup lama harga jual daging ayam ini melonjak. Dulunya hanya berkisar Rp 30 ribu lebih perkilogram,” tuturnya.

Selain daging ayam, imbuh Aisyah, harga jual telur ayam di Pasar Sebukit Rama Mempawah berkisar Rp 26-27 ribu perkilogram. Harga ini dinilai masih relatif tinggi. Sebab, normalnya harga telur hanya Rp 20-23 ribu perkilogram. “Mudah-mudahan pekan depan harga komoditi ini terus berangsur turun. Sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat konsumen. Mengingat, kebutuhan pokok masyarakat setiap hari terus meningkat,” ujarnya.

Lebih jauh, dia pun mengimbau masyarakat konsumen agar tidak menerapkan pola konsumtif. Karena, pola tersebut akan memicu terjadinya kenaikan harga jual komoditi di pasar. Masyarakat disarankan membeli kebutuhan pokoknya sesuai keperluan konsumsi sehari-hari.

“Jangan membeli dalam jumlah banyak dan menumpuk persediaan dirumah. Karena, jika komoditi ini langka di pasar memicu terjadinya kenaikan harga. Silahkan berbelanja sesuai kebutuhan sehari-hari,” sarannya. (wah)

Berita Terkait