Harga Ayam Di Ngabang Melambung

Harga Ayam Di Ngabang Melambung

  Senin, 21 May 2018 10:00
STOK AYAM: Seorang pembeli tengah memilih daging ayam di Pasar Rakyat Ngabang, Minggu (20/5) pagi. Memasuki Ramadan, harga ayam naik menjadi Rp 42.000 per kilogram. foto MIFTAHUL/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

NGABANG - Memasuki bulan ramadan sejumlah harga kebutuhan masyarakat perlahan mengalami kenaikan. Harga daging ayam potong di Kota Ngabang misalnya, saat ini mulai naik mencapai Rp 43.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang ayam di pasar rakyat Ngabang, Tarmiji mengungkapkan harga daging ayam saat ini memang mengalami kenaikan. "Saat ini memang harga ayam potong sudah naik kalau hari-hari biasa harga daging ayam cuma Rp. 38.000 sampai Rp. 40.000 per kilo, tapi saat sudah mencapai Rp. 42.000 sampai Rp. 43.000 per kilo," ungkapnya, Minggu (20/5) pagi.

Menurutnya, harga daging ayam naik semenjak 2 minggu sebelum ramadhan. "Harga daging ayam ini mulai naik hurang lebih 2 minggu sebelum bulan ramadhan, " ujarnya.

Lanjut dia, harga daging ayam ini juga akan mengalami kenaikan lagi saat menjelang hari raya lebaran nanti. "Nanti kalau sudah mau hari raya lebaran harga daging ayam juga akan mengalami kenaikan, hal ini disebabkan stok ayam dari peternak tidak mencukupi banyaknya permintaan," lanjut Tarmiji.

Dia berharap para agen atau peternak ayam potong bisa memberikan modal harga yang tidak terlalu tinggi."Kami hanya pengecer jadi harga yang kami berikan sesuai dengan modal dari agen atau peternak," pungkasnya.

Adi, salah seorang pedagang ayam boiler di Pasar Rakyat Ngabang menyebutkan kebutuhan daging ayam di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Landak juga masih didatangkan dari luar daerah. Pasokan ayam dari dalam Kabupaten tak dapat memenuhi permintaan yang ada hingga saat ini. “Kami mendapat pasokan Ayam dari perusahaan di Singkawang yang paling getol memasok,” Kata Adi kepada Pontianak Post, Minggu (20/5) pagi.

Dalam satu minggu terakhir, ayam mengalami kenaikan harga yang cukup parah. “Saya beli masyarakat sejak ayam naik, juga menurun mencapai 50 persen dari hari-hari sebelumnya,” ujarnya.

Permintaan daging ayam untuk sejumlah pasar di Kabupaten Landak hingga kini masih cukup tinggi ini memang belum bisa dibarengi dengan pasokan daging ayam yang mencukupi. Di Kabupaten Landak sendiri masih sangat minim. Sejauh ini untuk memenuhi tingginya permintaan tersebut, para pedagang terpaksa mendatangkan daging ayam dari sejumlah wilayah lain disekitarnya. (mif)

Berita Terkait