Hamili Anak Tiri, Hamil 5 Bulan

Hamili Anak Tiri, Hamil 5 Bulan

  Selasa, 26 July 2016 09:30
TERSANGKA CABUL: Sad (39), tersangka pencabulan yang menggagahi anak tirinya hingga hamil 5 bulan, saat dimintai keterangan di Unit PPA Polres Ketapang. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Sad tak bisa mengelak lagi saat diinterogasi Anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor (Polres) Ketapang. Ia terbukti menggagahi anak tirinya sebut saja Bunga. Bahkan, akibat perilaku bejatnya, gadis yang baru 13 tahun itu kini hamil 5 bulan.

 
Pria berusia 39 tahun itu ditangkap Kepolisian Sektor (Polsek) Simpang Dua pada 19 Juli lalu. Ia ditangkap atas laporan istrinya karena mencabuli anaknya sendiri hingga hamil. "Ya, saya memang meniduri anak saya," aku Sad kepada wartawan di Mapolres Ketapang, kemarin (25/7).

Ia mengaku khilaf atas perbuatannya tersebut. Namun, ia juga berkilah tidak pernah memaksa anak tirinya untuk berhubungan intim, melainkan suka sama suka. "Saya tidak memaksanya, saya cuma khilaf saja," kilah pria asal Desa Semandang Kanan itu.

Ia menceritakan, ia sudah menggagahi putri tirinya itu sejak 2015. Namun, ia tidak ingat persis saat itu kapan hari dan tanggalnya. Namun, ia mengaku lebih dari tujuh kali meniduri anaknya. "Kadang saya lakukan di rumah, kadang di luar rumah juga. Tapi kalau di rumah saya lakukan saat tidak ada istri saya," ujarnya.

Pria yang sehari-hari bekerja di kebun karet tersebut mengakui jika tindakannya salah. Namun, ia sendiri tidak bisa menahan hasratnya dan melampiaskannya kepada anak yang seharusnya ia lindungi. "Istri saya mau saya ajak gituan, tapi tak tahu juga kenapa saya bisa mau sama anak saya sendiri," ungkapnya.

Setahun lebih ia melancarkan aksinya dan berjalan mulus. Namun, pada 14 Juli lalu perbuatannya diketahui juga. Istri yang tidak lain adalah ibu kandung Bunga, mengetahui jika anaknya sedang mengandung janin dari suaminya. "Saat saya duduk, tiba-tiba datang keluarga istri saya dan membentak saya. Saya terkejut dan lari ke hutan," ujarnya.

Ia mengaku melarikan diri ke hutan karena ketakutan. "Saya tidak berniat melarikan diri, saya cuma ketakutan. Setalah dari hutan rencananya saya akan menyerahkan diri ke polisi. Karena ke mana pun saya lari, akan ditangkap juga. Saya menyesal," ungkapnya.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Ketapang, AKP Putra Pratama, menjelaskan jika penangkapan tersangka berdasarkan laporan ibu korban ke Mapolsek Simpang Dua. Tersangka, menurut dia, ditangkap pada 19 Juli, setelah empat hari melarikan diri ke hutan. "Karena kehabisan bekal dan kelaparan, tersangka keluar dari hutan," kata Putra, kemarin (25/7).

Putra menyebutkan jika tindakan tersangka kali pertama diketahui oleh ibunya dikarenakan kondisi perut korban yang membesar. Menurutnya, setelah diperiksa ke bidan terdekat, diketahui bahwa Bunga positif hamil. Dia menambahkan bahwa korban pun mengakui jika ia dihamili oleh ayah tirinya sejak Januari 2015 lalu. “Selama 1,5 tahun korban mengaku telah disetubui sebanyak tujuh kali di bawah ancaman akan dibunuh dengan mengggunakan pisau,” kata dia.

Atas perbuatannya, menurut Putra, tersangka akan dijerat dengan pasal 81 ayat 1 dan atau pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. "Saat ini tersangka sudah ditahan di Rutan Polres Ketapang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait