Hadirkan Permainan Tradisional, Istri Bupati Apresiasi CFD

Hadirkan Permainan Tradisional, Istri Bupati Apresiasi CFD

  Senin, 25 March 2019 11:37
ENGRANG: Permainan yang disebut juga kaki longgak ini dimainkan saat CFD di kota Sambas, setiap Minggu pagi. Permainan tradisional digalakkan.

Berita Terkait

Angkat Ciri Sambas, Pembeda dengan Daerah Lainnya 

Bapaknya bisa jalan-jalan. Joging.  Berolah raga di Ahad pagi. Sementara, kaum ibu bisa ikutan senam. Anak-anaknya bisa memilih aneka permainan tradisional yang kembali diangkat. Atau, pilihan lainnya bisa ikut mewarnai atau membaca buku yang sudah disiapkan perpustakaan daerah.

Fahrozy, SAMBAS

CFD (Car Free Day) setiap Minggu ini bakal dimaksudkan sebagai menjadi penguatan hubungan keluarga. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sambas, Hj Lusyanah Kosasih Atbah mengapresiasi pelaksanaa CFD Sambas. Terlebih banyaknya permainan tradisional yang disiapkan panitia yang bisa dimainkan pengunjung. 

“Adanya peralatan permainan tradisional yang disiapkan di kegiatan Car Free Day Sambas cukup bagus. Dan ini juga upaya mengenalkan anak- anak pada permainan tradisional, mudah-mudahan cara demikian adalah cara halus menjauhkan anak-anak dari gadget. Nanti orang tua masing-masing bisa buatkan anak-anaknya peralatan permainan tradisional di rumah agar bisa dimainkan, yang diharapkan bisa mengurangi ketergantungan anak pada gadget,” kata istri Bupati Sambas saat hadir langsung di area Car Free Day Sambas.

Selain itu, diharapkan dengan adanya CFD seperti ini. Menjadi hiburan, tempat rekreasi, tempat olahraga keluarga serta kuliner. 

“Bapaknya bisa jalan-jalan olah raga, ibunya bisa ikut senam, kemudian anak-anaknya bermain permainan tradisional. Dan bisa saja anak-anaknya ikut mewarnai atau membaca buku yang disiapkan perpustakaan daerah, dan melalui CFD ini menjadi penguatan hubungan keluarga,” katanya.

Lusyanah juga mengakui meski baru dilaksanakan CFD Sambas. Pengunjung sudah lumayan ramai. Bahkan kesannya seperti pasar. 

“Sudah bagus, namun memang ketika datang, seperti disampaikan anak saya, seperti pasar. Karena saking ramainya dan terpusat di satu titik. Karena anak mungkin sudah biasa melihat CFD di Jakarta (kawasan Monas), dimana CFD di sana, banyak orang jalan, olah raga. Tapi saya yakin, inilah ciri khas Sambas yang membuat perbedaan dengan pelaksanaan CFD di daerah lain,” katanya.

Ditanya apakah PKK akan mengisi kegiatan di CFD. Pihaknya mengaku akan dirapatkan dulu. Terlebih tahun ini PKK tak mendapatkan dana dari Pemkab Sambas. 

“Karena aturan baru, di 2019 PKK tak dapat dana karena ada aturan, sehingga kegiatan PKK nempel di dinas. Tapi mudah-mudahan bisa (ikut bergabung), karena semuanya tak harus menggunakan dana,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Sambas, H Eko Suprihatino SP. Bahkan pihaknya sempat meminta panitia untuk memperluas area CFD. 

“Nanti harus diperluas area CFDnya, karena sesuai pemaparan panitia, sudah mulai banyak pihak yang berpartisipasi. Ini menjadi hal yang bagus,” katanya.

Ketua Panitia CFD Sambas, Indra Nova menyebutkan kegiatan CFD Sambas berlangsung setiap hari Minggu. Pada Minggu 24 Maret, ada kegiatan Senam Jantung sehat, ada hiburan dari Sajak Senja Akustik. Kemudian ada belasan sarana permainan tradisional disiapkan oleh panitia, sodor, takraw, engkek, egrang bambu, egrang tempurung, main tali, congkak, bola, holahoop, terompah, badminton,  kemudian main bola voli. 

“Kami panitia menyiapkan alat permainan tradisional, sehingga pengunjung bisa menggunakan sepuas nya, di area CFD Sambas,” katanya.(*)

Berita Terkait