Hadirkan Konsep Dunia Terbalik

Hadirkan Konsep Dunia Terbalik

  Jumat, 7 September 2018 10:00
EKSIS: Salah seorang pengunjung berfoto di photo boot dunia terbalik di ajang pameran BKKBN di Melawi. IST

Berita Terkait

Pameran BKKBN di Melawi

MELAWI—Dalam rangka memeriahkan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV yang diadakan di Melawi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalbar mengadakan pameran yang dilaksanakan di Stadion Raden Tumenggung Setia Pahlawan, Kabupaten Melawi. 

Pameran ini sendiri merupakan bentuk kerjasama antara BKKBN Provinsi Kalbar dengan Pemerintah Kabupaten Melawi, yang secara resmi dibuka Selasa (4/9).

Pameran diadakan untuk mengetahui bagaimana antusias pemuda-pemuda daerah Melawi khususnya, terkait kegiatan tersebut. Konsep yang diambil juga tergolong menarik, yakni dengan menggunakan konsep ‘dunia terbalik’ untuk dijadikan tempat berfoto bagi muda-mudi. Hal tersebut dilakukan mengingat hobi anak-anak muda zaman sekarang memang rata-rata hobi berfoto. 

Selain itu, berapa produk dari BKKBN juga disajikan sebagai wujud edukasi kepada masyarakat tentang hal-hal yang berkaitan. Seperti misalnya adanya konsultasi edukasi untuk penggunaan pil KB, dan lain-lain.

Menurut Aulia Ardiansyah selaku Kepala bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK), konsep tersebut dipilih karena pemuda dianggap dapat mengubah dan membalikkan keadaan. Karena pada dasarnya, kaum remaja memang memiliki hobi untuk membolak-balikkan keadaan. Namun, tentunya diharapkan anak-anak muda itu dapat membolak-balikkan keadaan ke arah yang positif kedepannya.

“Sengaja kita buat konsep dunia terbalik untuk fotoboot ini, karena anak muda sekatang memang suka berfoto, dari situ kita bisa lihat tingkat antusias mereka terhadap acara seperti ini. Paling tidak ketika mereka berfoto, terlihat latar belakang kita juga ikut tersebar di media sosial mereka masing-masing,” ujar Aulia kepada Pontianak Post, Rabu (5/9).

Ia mengatakan bahkan sempat keteteran dengan jumlah pengunjung yang ingin melakukan sesi foto di lokasi tersebut. Bahkan sampai ada beberapa atribut yang rusak karena jumlah yang melebihi sekat yang disediakan.

“Bahkan sampai ada atribut yang patah ketika mereka rebutan mau foto-foto di sini. Lalu kita kasih aturan waktu, setiap orang maksimal lima menit untuk foto-foto, setelah itu harus bergantian dengan yang lain. Hal tersebut menunjukkan minat serta antusias mereka terhadap kegiatan seperti ini sangat besar,” ceritanya singkat.

Padahal, Ia mengaku persiapan yang dilakukan untuk membuat pameran ini sangat sempit, yakni hanya diberi waktu sekitar kurang lebih dua minggu untuk membuat konsep yang disenangi oleh kaum remaja di daerah tersebut. 

Selain itu, masih banyak produk-produk khas daerah, seperti Sanggau, Sambas, Mempawah, Ketapang, dan lainnya yang dijual dipameran tersebut. Ia berharap semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar mengenai produk-produk lokal di daerah yang ada di Kalimantan Barat.

Salah satu pengunjung, Adit, mengungkapkan rasa kagumnya terhadap kegiatan yang diadakan oleh BKKBN tersebut. Ia mengatakan bahwa sangat jarang ada kegiatan berbasis edukasi mengenai hal-hal seperti ini di Kabupaten Melawi.

“Keren sih konsep yang dipakai, selain menyediakan jasa photo boot yang keren, juga bisa belajar disini. Yang diberikan juga berbagai macam, seperti bahaya pergaulan bebas, hingga nikah usia muda. Tentunya saya sebagai salah satu kaum remaja, tidak ingin hal-hal yang seperti itu terjadi pada saya,” jelas Adit. (sig)

Berita Terkait