Hadapi Jalan Rusak Dihadiahi Beras Kampung

Hadapi Jalan Rusak Dihadiahi Beras Kampung

  Senin, 20 May 2019 10:33
PERGI KE DESA: Tim TB Care Aisyiyah menyasar masyarakat pedalaman. Meski jalan rusak, tetap masuk ke dua desa di jalur sungai. Warga pun menghadiahi beras kampung, saat pulang.

Berita Terkait

Upaya Penanggulangan Penyakit TB di kabupaten Sanggau

Program TB Care Aisyiyah Sanggau berlanjut. Sabtu kemarin, rombongan yang terdiri dari tujuh orang menyasar Desa Kambong dan Mengkiang (Muara Engkiang) di Kecamatan Kapuas yang berada di aliran Sungai Sekayam. Pergi melewati jalanan rusak. Pulang dihadiahi beras kampung.

SUGENG ROHADI, Sanggau

BUKAN Tim TB Care Aisyiyah namanya kalau tidak mau berkorban. Dalam kondisi berpuasa, mereka kembali menyasar masyarakat pedalaman. Dua desa yang berada di jalur sungai pada peta kesejarahan Sanggau.

Hujan tadi malam memberikan sisa-sisa kerusakan jalan pada rombongan hari ini. Maklum, jalan menuju ke lokasi tujuan masih belum beraspal atau masih tanah liat berwarna kuning. Bila hujan turun tekstur tanah menjadi labil dan kerap menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh.

Terdiri dari 7 orang yakni 3 Kader TB, 2 orang dari Puskesmas Kapuas, Koordinator TB Care Aisyiyah Sanggau dan Wasor TB Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau masing-masing satu orang, tujuan kali ini melakukan investigasi kontak terhadap penderita Tuberculosis atau TBC.

Untuk lebih dekat, kami melalui jalur Simpang Sanjan. Bila menggunakan jalur sungai akan memakan waktu lebih lama. Sebelum mengunjungi desa bersejarah Mengkiang, rombongan terlebih dahulu menuju Desa Kambong. Beberapa kali ban kendaraan kami amblas karena jalan yang becek. Ada juga diantara tim yang terjatuh karena licinnya medan yang dilalui.

Melewati 28 kilometer pertama, di kilomter berikutnya atau sampai pada simpang masuk ke Desa Kambong, kondisi jalan semakin menantang dengan tanjakan dan turunan yang terjal. Khusus di turunan, rekan-rekan yang berboncengan terpaksa harus turun lebih dahulu.

 “Dah lewat 28 kilo (km), jalan makin ancor (parah). Banyak tanjakan sama turunan yang terjal. Kalau dah tanjakan sama turunan, terpaksa kawan yang digonceng turun (dari motor) supaya ndak tejungkal atau telajak,” ungkap Romy Sahman, selaku Koordinator TB Care Asisyiyah Sanggau.

Sekira satu jam kemudian, rombongan tiba di Desa Kambong. Di sana mereka telah ditunggu oleh Pak Kades, namanya Iskandar. Setelah beristirahat sejenak, rombongan kemudian melanjutkan misi penanggulangan penyakit TBC di daerah tersebut.

 “Di Desa Kambong ada 4 indeks kasus yang dilakukan investigasi kontak dan kalau ada yang mempunyai tanda gelaja yang mengarah ke TB dan dia bisa mengeluarkan dahaknya kita langsung ambil sampel dahaknya. Nanti dahaknya diperiksa preparat dengan cara fiksasi di tempat baru setelah itu dibawa ke puskesmas untuk dilihat bakterinya melalui mikroskop,” jelas Heri Efendi, Pemegang Program TB Puskesmas Sanggau.

Khusus di Desa Kambong, ada dua dusun yang dikunjungi. Akhirnya rombongan dibagi dalam dua tim. Satu tim menuju Dusun Borang Kunyit melalui jalur sungai menggunakan speedboat. Sedangkan satu tim lagi tetap berada di pusat Desa Kambong. Di dua dusun itu, ada 6 orang yang dilakukan pengambilan sampel dahak untuk diperiksakan di Puskesmas apakah terinfeksi bakteri tuberculosis atau tidak.

Setelah dirasa cukup melakukan screening di Desa Kambong, rombongan kembali bergerak menuju desa bersejarah, Desa Mengkiang. Di sana terdapat makam beberapa leluhur Kerajaan Sanggau. Letaknya berjarak lebih kurang 11 kilometer dari Desa Kamboh.

 “Di sini terdapat satu indeks kasus yang belum dilakukan investigasi kontak, pasien ini masuk dalam katagori 2 pengobatan TB” kata Heri.

Secara keseluruhan perjalan kemarin berjalan dengan lancar meskipun kondisi jalan dan jarak yang cukup jauh. Ditambah lagi rombongan ini semuanya muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Warga pun sangat welcome dengan kedatangan rombongan di desa mereka. Antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran masyarakat. Bahkan ada yang sampai rela menjemput saudaranya yang sedang bekerja di salah satu perusahaan untuk diperiksakan kepada tim yang datang. Di sana, keseluruhan ada tiga  orang yang diambil sampel dahaknya untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan di Puskesmas. (*) 

Berita Terkait