Habiskan Rp4,2 Miliar, Sewa Pesawat untuk Bawa Alat Musik

Habiskan Rp4,2 Miliar, Sewa Pesawat untuk Bawa Alat Musik

  Rabu, 4 July 2018 09:43
MEMUKAU: Jakarta Simfonia Orchestra dan Jakarta Oratorio Society tampil memukau didepan ribuan penonton. SHANDO SAFELA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Menyaksikan Konser Orkestra Pertama di Kalimantan Barat

Jarum jam menunjuk angka tujuh di malam hari, Selasa (7/7). Lebih dari seribu penonton sudah memadati Gedung Gereja Kristen Kalimantan Barat di Jalan Gajahmada, Pontianak. Seluruh pintu ditutup tanpa ada satupun yang terbuka, menandakan konser akan dimulai.

SHANDO SAFELA, Pontianak

"Pak petugas, tolong dipastikan kembali bahwa suhu di dalam ruangan ini 23 derajat celcius," ungkap Dr Stephen Tong, sang konduktor.

Stephen memastikan suhu ruangan akan terus sama hingga akhir konser. Karena jika suhu berubah, akan mempengaruhi bunyi alat musik yang dimainkan.

Stephen merupakan orang yang memimpin konser Jakarta Simfonia Orchestra dan Jakarta Oratorio Society di Pontianak. Bersama 50 pemain musik dan 90 anggota paduan suara, Stephen datang ke Pontianak dengan menyewa Pesawat Jenis Airbus A320.  Biayanya Rp4,2 miliar. 

Untuk pertama kalinya, konser musik orkestra lengkap beserta paduan suara digelar di Pontianak. Kota Pontianak menjadi satu dari tujuh kota yang didatangi rombongan musisi ini. Rombongan yang beranggotakan musisi dari lintas usia, merupakan musisi profesional lulusan berbagai negara. 

Sebelum konser dimulai, Stephen mengungkapkan tujuannya datang ke Pontianak. Menurut Stephen, orang Pontianak perlu belajar untuk mendengar musik anggun, bukan hanya musik yang enak didengar.

"Kami datang ke sini untuk memperkenalkan musik anggun, musik yang indah, bukan hanya enak didengar. Musik ini mahal, tentu di Pontianak belum terbiasa untuk datang konser seperti ini dengan tiket yang mahal," ungkap pria berusia 70 tahun ini.

"Kami datang bukan untuk mencari uang, kami datang untuk mencoba mencerdaskan bangsa dan memajukan musik Indonesia lewat konser seperti ini. Di Amerika, konser seperti ini akan menarik tiket yang mahal, sementara di Pontianak, kami menggratiskan semuanya, karena memang belum terbiasa," tambah Stephen.

Stephen menjamin bahwa semua musisi yang bermain bersamanya, memainkan semua nada dan ritme tanpa ada kesalahan sedikit pun. Meski belum ada gedung konser yang memadai, konser tetap dilaksanakan meski di dalam gereja. 

Konser yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini, membuat penonton betah hingga lagu terakhir. Lagu-lagu terkenal karya komposer legendaris dimainkan secara indah. Egmont Overture milik Beethoven menyihir penonton hingga detik terakhir. Tak hanya Beethoven, gubahan karya milik Mozzart, Mendelasohn dimainkan sangat khidmat. Konser ditutup dengan karya milik Sibelius berjudul Finlandia.

Karya-karya yang dimainkan oleh Stephen dan kawan-kawan mengandung sebuah semangat perjuangan. Di balik lagu yang mereka mainkan, sang pencipta lagu membawa pesan optimis kepada pendengar.

Hall gereja yang mampu menampung lebih dari 1000 penonton, penuh hingga ke lantai tiga. Pontianak Post berkesempatan menikmatinya tepat di depan panggung. Tepuk tangan meriah diberikan penonton di akhir pertunjukkan. Untuk pertama kalinya konser orkestra digelar di Pontianak, semoga ke depannya dapat memberi semangat bagi pemerintah untuk terus mendukung aktifitas berkesenian di Kalimantan Barat.

 "Mudah-mudahan Pontianak bisa punya gedung konser yang representatif untuk konser musik. Dan semoga konser seperti ini dapat semakin sering diadakan," kata Galih, 27 tahun (*)

Berita Terkait