Guru Cabul Murid, Iming-imingi Korban dengan Uang dan HP

Guru Cabul Murid, Iming-imingi Korban dengan Uang dan HP

  Sabtu, 25 May 2019 08:58
TERSANGKA CABUL: HS, tersangka pencabulan terhadap anak didiknya (berkaos), di Kecamatan Manis Mata, saat diwawancara oleh awak media, usai diamankakn di Mapolres Ketapang, kemarin. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Seorang guru di Kecamatan Manis Mata tega menyetubuhi muridnya yang masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar (SD) pada Minggu (19/5). Tidak hanya menyetubuhi anak didiknya, guru tersebut juga dilaporkan ke polisi karena melakukan pencabulan terhadap murid lainnya.

HS yang merupakan salah satu guru pembantu di SDN 15 Manis Mata itu pun ditangkap polisi. Saat ini, guru yang telah menginjak usia 49 tahun itu meringkuk di sel tahanan Polres Ketapang. Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Meski mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya, proses hukum harus tetap dijalani.

Saat ditemui awak media di Mapolres Ketapang, HS, mengakui semua perbuatannya. Dia tak memungkiri telah melakukan hal yang tak sepantasnya dia lakukan kepada anak didiknya. "Apapun risiko dan hukumannya, akan saya terima," katanya di Mapolres Ketapang, Jumat (24/5) pagi.

HS mencaritakan, awal mula dia melakukan hal itu sering bertemu dengan korban. Korban yang dimaksud dia, sebut saja Bunga, merupakan siswa kelas VI, sementara dia merupakan wali kelasnya. "Yang jelas, apa yang saya lakukan adalah kemauan bersama, tidak ada paksaan," ungkapnya kepada awak media.

Menurut pelaku, korban sering meminta uang kepadanya. Tidak hanya uang, pelaku juga memberikan telepon genggam kepada korban. "Pertama saya berikan Rp200 ribu, setelah itu dia mengambil sendiri Rp300 ribu di dompet saya. Kemudian dia juga minta belikan HP sama saya, dan saya berikan," paparnya.

Peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan itu terjadi pada bulan Maret lalu. Pelaku tega menyetubuhi korban di rumah dinas pelaku. Pelaku mengaku jika hal itu dilakukan atas dasar suka sama suka, setelah korban diberikan uang dan HP. "Yang kedua itu saya lakukan di bulan April dan itu yang terakhir. Setelah itu tidak ada lagi," paparnya.

Pelaku kembali melakukan hal itu di rumahnya. Saat itu, korban yang sedang istirahat sekolah mendatangi rumah pelaku. Pelaku mengatakan, korban meminta air minum di rumahnya dan pelaku pun memberikannya. Tidak lama berselang, dua rekan korban datang ke rumah pelaku, namun kedua teman korban disuruh masuk kelas oleh dia, sementara korban masih di rumahnya.

Menurut pelaku, saat itu korban meminta uang Rp200 ribu untuk membeli susu adik korban. Pelaku pun memberikan uang sesuai dengan yang diminta korban. Akan tetapi, setelah memberikan uang itulah, pelaku langsung melancarkan aksinya. Pelaku kembali menyetubuhi korban di rumah dinas guru tersebut.

Selain mengintimi FT, pelaku juga diduga melakukan tindakan cabul kepada siswi lainnya. Pelaku diduga memegang payudara siswinya yang masih duduk di bangku kelas VI. Korban pun memarahi pelaku dan pelaku hanya meminta maaf dan mengaku jika itu dia lakukan tanpa sengaja.

Pelaku yang sudah menduda sejak 2005 itu mengaku hidup seorang diri. Dia mengajar di sekolah tersebut sejak tujuh tahun lalu. Atas perbuatannya ini, pelaku mengaku menyesal dan siap untuk menerima semua konsekuensinya. Pelaku juga mengaku siap bertanggung jawab untuk menikahi korban jika memang pihak keluarga merestui.

Kepala Polres (Kapolres) Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat, mengatakan, pelaku dibekuk mereka pada Minggu (19/5). Pelaku diduga mereka melakukan pencabulan dan pelecehan seksual terhadap beberapa orang anak di bawah umur di Desa Seguling, Kecamatan Manis Mata. "Pelaku ini merupakan guru bantu di SDN 15 Manis Mata, sekaligus pengajar les privat bagi anak-anak karyawan perusahaan," kata Yury.

Polsek Manis Mata menerima laporan adanya tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur dari salah satu keluarga korban. Setelah menerima laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Manis Mata bersama anggota langsung mendatangi anak dan orang tua yang diduga menjadi korban pencabulan.

Setelah meminta keterangan, polisi kemudian membawa korban untuk dilakukan visum et repertum. Setelah mendapatkan alat bukti yang cukup, polisi langsung mengamankan pelaku di rumahnya di perumahan perusahaan kelapa sawit di Desa Seguling yang sekaligus merupakan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Pelaku tak berkutik saat ditangkap polisi. Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya dan mengaku khilaf. Barang bukti dan tersangka kemudian dibawa ke Unit PPA Polres Ketapang. Sementara korban mendapatkan pendampingan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia Ketapang. Saat ini, pelaku telah mendekam di sel tahanan Polres Ketapang untuk menunggu proses hukum selanjutnya

Akibat perbuatannya pelaku, menurut Kapolres, akan dijerat dengan  pasal 76 huruf E, pasal 82 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Tersangka, menurut Kapolres, akan terancam hukuman 20 tahun penjara. "Meski telah menyesali perbuatannya dan siap bertanggung jawab, proses hukum terhadap pelaku akan terus dilanjutkan," pungkas Yury. (afi)

 

 

Berita Terkait