Gurihnya Bisnis Camilan Keripik Pisang

Gurihnya Bisnis Camilan Keripik Pisang

  Kamis, 21 March 2019 09:58
KERIPIK PISANG : Owner Keripik 3 Bujang, Riana Chaniago, memamerkan produknya saat kegiatan Pameran Iwapi Expo UMKM, yang digelar 19-21 Maret 2019 di Pontianak Convention Centre. SITI SULBIYAH/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Memanfaatkan bahan baku pisang nipah yang jumlahnya cukup melimpah di Kalimantan Barat, dua tahun silam, Riana Chaniago memulai bisnis camilan. Produk yang dihasilkan olehnya, yakni kripik pisang berbahan dasar pisang nipah. Merek Keripik Pisang 3 Bujang pun kini mulai dikenal oleh masyarakat. 

"Kripik Pisang 3 Bujang ini sudah menjadi oleh-oleh khas Kalbar. Di toko oleh-oleh, produk ini sudah tersedia," ungkap Owner Keripik 3 Bujang, Riana, saat ditemui di Pameran Iwapi Expo UMKM, kemarin. 

Dipilihnya pisang nipah sebagai bahan dasar menurutnya, karena pisang tersebut cukup mudah didapatkan. Di sisi lain, pisang Nipah merupakan produk komoditas unggulan di Kalimantan Barat, yang harus diolah agar bernilai ekonomi tinggi. "Pisangnya ada yang berasal dari Sungai Sengas, Segedong, dan beberapa daerah lainnya," ujar Deddy Supriadi.

Kripik pisang ini, diceritakannya, semula memiliki delapan varian rasa. Namun dalam perjalanannya, produksi hanya menyisakan empat varian rasa, karena permintaan akan empat varian tersebut cenderung lebih besar dari empat varian rasa lainnya. Keempat varian rasa yang tersedia saat ini, yakni susu, balado, coklat, dan original. 

Bisnis keripik pisang ini dinilainya cukup gurih. Dari usaha ini pula, ia mampu mempekerjakan tiga orang karyawan.  Agar produk ini dapat dikenal secara luas, pemasaran juga dilakukan dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace. Karena itu pulalah, produknya telah tembus di pasar mancanegara. Di antaranya, Singapura dan Malaysia.

Untuk dapat tembus pasar internasional itu, ia memastikan produknya telah mengantongi legalitas, mulai dari Sertifikasi Halal MUI, dan PIRT.  "Produk kami dikemas dalam beberapa bentuk kemasan. Harganya berkisar Rp20-55 ribu," pungkasnya. (sti)

Berita Terkait