Gubernur Kalbar Jadi Narasumber di SESKOAD

Gubernur Kalbar Jadi Narasumber di SESKOAD

  Kamis, 4 July 2019 16:38

Berita Terkait

PONTIANAK--Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji menjadi pembicara dalam kegiatan ceramah pembekalan Pasis (Pewira Siswa) Dikreg LVII di Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Darat (SESKOAD) di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/7).

Dalam kegiatan itu, Sutarmidji mengungkapkan, saat ini Pemerintah Provinsi sedang merencanakan pembangunan Pembakit Tenaga Listrik Nuklir (PLTN) yang di bangun daerah kalbar. Perencanaan pembangunan PLTN merupakan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional dengan target energi terbarukan sebesar 23%  pada tahun 2025.

"Saat ini kita (Kalbar) masih membeli listrik dari negara tetangga Malaysia 200 Megawatt belinya delapan sen dollar dan masyarakat membayar antara sepuluh sampai sebelas dollar Bagaimana kita mau bersaing dengan negara lain kalo listrik aja kita beli. Makanya kami dukung untuk pembangunan PLTN di Kalbar," ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji dihadapan para Pasis di SESKOAD.

Lanjutnya, listrik juga menjadi salah satu penyumbang cost terbesar bagi industri yang menjalankan suatu usaha yang menggunakan tenaga listrik di kalbar dan hasil produk tersebut yang ingin bersaing ke negara Malaysia, ia mengakui tidak akan bisa bersaing disebabkan biaya listrik membeli dari mereka.

"PLTN itu ketika beroperasional harganya hanya empat sen dollar sedangkan kita punya uranium terbaik kedua di Indonesia setelah NTT, tapi kita tidak manfaatkan karena ketakutan. Kalo kita berpikir ketakutan kapan kita bisa maju," tuturnya.

Tak hanya itu saja, Gubernur Kalbar H. Sutarmidji juga memaparkan program desa mandiri yang digagasnya bersama Wakil Gubernur Kalbar H. Ria Norsan saat mencalonkan diri sebagai Gubernur waktu lalu. Saat ini Provinsi Kalbar memiliki 2031 desa dan sekitar 1000 lebih dikategorikan desa tertinggal dan desa sangat tertinggal yang ada di kalbar.

"Untuk desa mandiri hanya satu di kalbar, maka saya mempunyai target di tahun ini akan jadikan 55 desa mandiri. Kita akan sinergikan dengan TNI-Polri membangun desa mandiri," tegasnya.

Dirinya tidak berkeyakinan bahwa dana desa dari pemerintah bisa mewujudkan desa mandiri. Sebab dana desa tersebut tidak mencakup 52 indikator desa mandiri jika di menggunakan dana desa saja.

"Dari 52 indikator itu saya sudah hitung, kalo semuanya ada, maka desa itu perlu 52 miliar untuk mewujudkan desa mandiri dalam satu desa. Sedangkan dana desa hanya 1,5 miliar ini tidak terwujud, butuh 30 tahun untuk wujudkan desa mandiri, nah kita Pemprov, TNI dan Polri kita satukan untuk sinergitas," katanya.(humas pemprov)

Berita Terkait