Gubernur Ingatkan IPM Sambas Masih Rendah

Gubernur Ingatkan IPM Sambas Masih Rendah

  Rabu, 20 March 2019 09:52
BUKA : Gubernur Kalbar Sutarmidji menyalami pelajar, ketika menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Sambas di Aula Kantor Bupati Sambas, Senin (18/3). HUMPRO KALBAR FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SAMBAS-Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan sampai saat ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sambas masih berada di bawah IPM Provinsi Kalbar. "Apabila kami lihat kondisi IPM Kabupaten Sambas pada tahun 2017 sebesar 65,92 poin, masih berada dibawah IPM Provinsi," katanya saat membuka Musrenbang RKPD Kabupaten Sambas, Senin (18/3). 

Dikatakannya, Pemprov Kalbar menargetkan IPM menjadi 67,87 pada tahun 2020, dimana sampai dengan tahun 2017 IPM Kalbar hanya 66,26. "Kami minta Kabupaten Sambas juga ikut bekerja keras untuk membuat dan melaksanakan kebijakan pembangunan yang mengarah kepada peningkatan IPM dari semua dimensi, baik itu dimensi pendidikan, kesehatan maupun perekonomian," pintanya. 

Untuk membantu Kabupaten Sambas dalam peningkatan IPM, khususnya dimensi pendidikan, mulai tahun ini Pemprov menggratisktan pendidikan menengah baik itu SMA maupun SMK Negeri. 

Pendidikan gratis ini diharapkan dapat meningkatkan harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah di Kalbar. Selain itu skema peningkatan kualitas pendidikan ini juga akan dilakukan melalui pembangunan gedung SMA dan SMK unggulan di setiap kabupaten/kota. "Pembangunan SMA dan SMK unggulan ini diharapkan dapat memberikan pemerataan terhadap kualitas pendidikan di seluruh kabupaten/kota di Kalbar," jelasnya.

Dengan demikian bisa segera mewujudkan masyarakat sejahtera. Sebagaimana misi keempat pasangan Gubernur dan Wagub Kalbar yakni mencapai kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan perekonomian dan pengurangan kesenjangan.

Selain itu Midji sapaan akrabnya menargetkan rkonomi Kalbar bisa tumbuh sebesar 5,35 persen. Gini rasio menjadi 0,33. Tingkat pengangguran terbuka menjadi 3,63 persen dan angka kemiskinan menjadi 6,43 persen. Lalu jumlah desa mandiri pada tahun 2020 ditargetkan menjadi 159 desa. 

Terkait pelaksanaan misi keempat menurutnya yang perlu menjadi perhatian Pemkab Sambas adalah kondisi tingkat pengangguran terbuka. Dimana pada 2018 berada pada 3,34 persen, di bawah rata-rata provinsi yaitu 4,26 persen. 

Meski memang capaian itu lebih baik dari provinsi namun tetap perlu usaha keras untuk mempertahankannya. Bahkan harus terus diupayakan mengurangi tingkat pengangguran terbuka daerah tersebut. "Untuk mencapai hal tersebut, perlu ada sinkronisasi kebijakan pengurangan pengangguran antara Pemkab Sambas dengan Pemprov Kalbar untuk menurunkan angka ini," ujarnya. 

Kemudian dalam pencapaian target desa mandiri, juga dikatakan perlu kerjasama dalam pencapaiannya. Seperti dikatahui data tahun 2017, dari 193 desa di Kabupaten Sambas, terdapat 18 desa sangat tertinggal, 99 desa tertinggal, 71 desa berkembang dan lima desa maju. (bar/r)

Berita Terkait