Gubernur Dukung Pembangunan PLTN di Kalbar

Gubernur Dukung Pembangunan PLTN di Kalbar

  Rabu, 26 June 2019 15:16

Berita Terkait

PONTIANAK--Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji menghadiri Seminar International Konwledge Sharing terkait Pengembangan Energi Nuklir di Indonesia Untuk Mendukung Pembangunan Industri yang Berbasis IPTEK di Kalimantan Barat, di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar Jalan A.yani, Rabu (26/6).

Gubernur Kalbar H. Sutarmidji mengungkapkan, alasan memulai keterakikannya pembahasan pengembangan Energi Nuklir ini, untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional dengan target energi terbarukan sebesar 23%  pada tahun 2025, maka Pemerintah Provinsi Kalbar, terus berupaya melakukan arah kebijakan dalam pengembangan Pembakit Listrik yang berbasis Energi Baru dan Terbarukan, yang aman, andal, murah, serta rah lingkungan untuk mengurangi semakin parahnya kondisi lingkungan akibat efek rumah kaca dari pembakaran bahan fosil. Serta untuk mengatisipasi semakin menipisnya jumlah cadangan bahan bakar fosil. 

Untuk itu, Pemerintah Provinsi melakukan pengusulan kepada pemerintah pusat  untuk perencanaan pembangunan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) di Kalimantan Barat.

"Kita Kalbar sampai hari ini masih ada kurang lebih 400 desa yang belum teraliri listriki dari 2031 desa di Kalbar, Kemudian 1400 desa juga belum merata. Kemudian nilai jual dari listrik menggunakan fosil itu mahal, kita perlu investasi yang sangat besar padahal di satu sisi kita memiliki bahan baku uranium sangat besar tapi kita tidak manfaatkan, maka kita pilih PLTN untuk mengaliri listrik ke seluruh kalbar," ungkap Gubernur Kalbar H. Sutarmidji.

Tambahnya, Provinsi Kalbar memiliki bahan baku uranium kualitasnya sangat terbaik setelah provinsi NTT, satu sisi pembangkit listrik dengan bahan baku fosil kedepannya bakal berkurang bahkan akan lebih mahal  serta makin berkurang minyak, batubara semakin mahal. Maka dari itu pemerintah provinsi Kalbar mengajukan perencanan pembangunan PLTN. 

"Untuk meningkatkan daya saing salah satu beban produksi itu listrik atau tenaga penggerak ini harus murah dan berkelanjutan lebih penting, Kita (Kalbar) punya itu. Sehingga kenapa kita tidak mulai membicarakan tentang PLTN karena Kalbar ini sangat pontensial untuk itu, dimana saja tempat PLTN semuanya bisa dibangun," tuturnya.

Dirinya berharap perencanaan pembangunan PLTN ini bisa dibicarakan dan digali, serta mensosialisasikan pembangunan PLTN tersebut. 

"Supaya ke depan Kalbar mempunyai Power Plan dari energi Nuklir dan pasti akan lebih murah. Kedepannya akan lebih murah, walaupun awalnya pembangunan sedikit mahal kedepannya pasti akan murah," ujarnya.

Untuk ketahanan energi Nasional terutama listrik, lanjutnya, pemerintah tidak boleh ketergantungan terhadap negara lain. Karena dapat menyebabkan daya saing produk dalam negeri tidak bisa menembus pasar.

"Kalo listrik kita tidak boleh ketergantungan dengan negara lain. Karena itu dapat menyebabkan daya saing produk kita tidak menembus pasar," tegasnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Agus Puji Prasetyono Staf Ahli Bidang Relevansi Dan Produktivitas Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia mengutarakan, pihak Ristekdikti saat ini sedang melakukan kajian yang mana mencakup geografis, lokasi dan keamanan serta lingkungan. Sehingga dalam pembangunan PLTN nanti itu semuanya aman.

"Nuklir itu safety sistemnya jauh lebih aman dari pada pembangkit lainnya," kata Agus Puji Prasetyono.

Sedangkan untuk kriteria pembangunan PLTN ini memiliki tiga kriteria, pertama bebas dari gempa, kedua dekat dengan Laut, dan ketiga jauh dari kawasan penduduk syarat dasar dalam pembangunan PLTN tersebut.

"Dari beberapa tempat yang ada di Kalbar sangat memungkinan ada delapan titik daerah yaitu dari Kabupaten Sambas sampai ke Kabupaten Ketapang itu ada delapan titik pontensial. Nah kita akan pilih salah satu titik itu sesuai dengan cost and benefit, keekonomian dan modal bisnis itu diperhitungkan juga tinggal sedikit cost akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar," ujarnya.

Tambahnya, konsep pembangunan PLTN itu, pemerintah membangun PLTN yang bersih, handal, stabil mulai dari Kalimantan Barat. Dirinya juga melihat pontesi bahan baku uranium untuk pengerak PLTN di Kalbar terbesar di Indonesia.

"Kita jangan melihat dari bahan baku saja, kita lihat negara Perancis yang memiliki banyak PLTN disana mereka tidak memiliki bahan baku, namun bisa maju. Sedangkan di Kalbar ini potensi bahan bakunya sangat besar di Indonesia itu bisa kita manfaatkan, jadi lebih bagus kita dari pada Perancis, mereka mendunia dengan PLTNnya dan lebih murah lagi listriknya," ungkapnya.

Tambahnya, untuk segi ekonomis dalam PLTN ia mengatakan sangat ekonomis dari pembakit listrik lainnya dan Indonesia nantinya memiliki listrik paling murah di dunia serta membuat ketakutan negara-negara yang memiliki PLTN di dunia dalam segi bisnis kelistrikan.**

Berita Terkait