Gubernur Anggap ULKI Tak Layak

Gubernur Anggap ULKI Tak Layak

  Kamis, 13 June 2019 11:00
TINJAU : Gubernur Kalbar Sutarmidji saat meninjau bengkel bangunan di UPT Latihan Kerja Industri Provinsi Kalbar, Rabu (12/6) pagi. HUMPRO KALBAR FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) bakal membenahi UPT Latihan Kerja Industri secara keseluruhan. Sejauh ini keberadaan pusat pelatihan keterampilan itu dinilai kurang maksimal. Bahkan dianggap tak layak dari sisi fasilitas yang ada. 

"Silakan lihat kondisi yang sebenarnya. Seluruhnya dari sisi gedung dan peralatan semuanya tak layak," ungkap Gubernur Kalbar Sutarmidji usai meninjau UPT Latihan Kerja Industri Provinsi Kalbar di Jalan Abdul Rahman Saleh, Rabu (12/6) pagi.

Orang nomor satu di Kalbar itu bakal merubah UPT tersebut menjadi pusat sertifikasi tenaga kerja di provinsi ini. Selama ini UPT Latihan Kerja Industri dinilai terlalu bergantung pada pemerintah pusat. "Anggaran mereka pun (dari pusat) sangat kecil hanya Rp2,5 miliar setiap tahun," katanya. 

Ia berharap fasilitas ini nantinya bisa dimaksimalkan. Sekaligus dapat mendukung program Pemprov yang akan membangun beberapa Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) unggulan di Kalbar. Karena disadari bahwa fasilitas yang dimiliki SMK, seperti peralatan praktik dan lain sebagainya masih belum standar. Artinya belum bisa menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kualifikasi sesuai bidangnya. 

"Karena kami paham SMK tidak memenuhi kualifikasi maka saya putuskan tahun depan membangun pusat sertifikasi tenaga kerja Kalbar di komplek BLKI. Nanti ada gedungnya di situ," ucapnya. 

Untuk itu perlu ada pembenahan di UPT Latihan Kerja Industri tersebut. Mulai dari peralatan bengkel, eletronik, otomotoif dan lainnya menurut Midji sangat tak layak. Termasuk juga dari sisi bangunannya. Seperti keberadaan gedung 3 in 1 yang berada di bagian depan, dikatakan dia lebih layak sebagai pos penjagaan saja. 

Jika pusat sertifikasi tenaga kerja itu nantinya terwujud, maka para lulusan SMK akan diasramakan dengan jangka waktu sekitar satu bulan hingga tiga bulan masa pelatihan. Dengan demikian mereka bisa memenuhi kualifikasi di bursa tenaga kerja yang ada di daerah ini.

"Mereka (peserta) nanti antara satu sampai tiga bulan akan di asramakan di situ, semua biaya makan dan minum kami (pemprov) akan ditanggung. Mereka kerjanya tiap hari praktik untuk memahirkan dia (peserta), khusus bidang-bidang yang dibutuhkan pasaran kerja di Kalbar,” tuturnya.

Dirinya nanti juga akan mengundang perusahaan-perusahaan yang ada di Kalbar, guna mencari tahu kualifikasi tenaga kerja yang diinginkan oleh masing-masing perusahaan. Dengan demikian para lulusan dari pusat sertifikasi tenaga kerja tersebut sudah tersertifikasi. Dan pasti mendapat pekerjaan karena memang dibutuhkan. 

"Kalau hotel kualifikasinya bagaimana, kalau industri kualifikasinya bagaimana dan lain-lain. Kami akan sesuaikan dengan kebutuhan pasaran kerja," imbuhnya.

Tak hanya bagi lulusan SMK, untuk tenaga kerja di luar itu juga akan dibuatkan program tersendiri. Intinya adalah untuk meningkatkan kemampuan sebagai tenaga kerja dan mengantongi sertifikasi. "Yang umum tidak SMK juga akan kami buatkan program yang sesuai kebutuhan, seperti tenaga tukang dan lain sebagainya," paparnya.

Targetnya tahun depan semua program yang direncanakan sudah berjalan. Untuk pembangunan fisik, perencanaannya bakal disusun dalam anggaran perubahan tahun 2019. Harapannya seluruh gedung sudah jadi dan bisa difungsikan di Agustus 2020. 

"Kalau pun meleset bulan Oktober 2020 sudah harus jadi, dipermak habis semuanya, kami mau jadikan BLK itu benar-benar BLK, bukan abal-abal kayak sekarang," pungkasnya.(bar)

Berita Terkait