Gotong Royong

Gotong Royong

  Rabu, 20 July 2016 09:08
ROBOH: Salah satu rumah warga yang roboh dihajar banjir bandang beberapa waktu lalu di Desa Tanjung Lokang. BERITAKALIMANTAN.CO

Berita Terkait

WARGA Desa Tanjung Lokang, Kecamatan Putussibau Selatan, yang menjadi korban banjir bandang dan longsor terus berupaya membangun rumah. Mereka saling bekerja sama untuk membangun kembali rumah-rumah warga yang porak poranda terkena bencana alam beberapa waktu lalu. Akan tetapi, saat ini mereka kesulitan membangun rumahnya dengan berbagai kendala.

 
“Kami kesulitan membangun rumah kembali, karena ada belasan rumah yang hancur,” ungkap Deni, salah seorang warga Desa Tanjung Lokang, saat ditemui di Putussibau, Selasa (19/7). Lebih lanjut dia mengatakan, warga Desa Tanjung Lokang saling tolong-menolong membangun rumah. Diakui dia belum ada bantuan dari pemerintah untuk membangun rumah, sehingga masyarakat masih menggunakan dana pribadi.

Dijelaskan Deni, warga korban banjir membangun rumah dengan cara gotong royong. Bahan mereka sampai menggunakan bahan-bahan sisa bekas bangunan yang masih tersisa. Sejauh ini, diakui dia, baru dua buah rumah warga selesai terbangun. Sementara, dia menambahkan, rumah-rumah yang lain belum terbangun. “Kalaupun pemerintah bisa memberi bantuan dana, warga desa tanjung Lokang bisa cari bahan kayu disekitar mereka,” jelasnya.

Hanya saja, untuk paku dan seng juga, menurut dia, perlu diadakan, karena di tempatnya tidak ada yang menjual. Sejauh ini, kata Deni, ada beberapa bantuan yang sudah diterima warga baik dari organisasi AGRA, IPDKH, BPBD Kapuas Hulu, Polres Kapuas Hulu, dan Dinas Nakertransos Kabupaten Kapuas Hulu. “Sembako dan pakaian memang ada dibantu dari Pemda, tetapi untuk bahan rumah belum ada dibantuan,” katanya.

Menurut Deni, diperkirakan 2 bulan ke depan baru aktivitas di desa Tanjung Lokang normal. Pasalnya, dia menambahkan, longsor lalu telah menutup sebagian jalur sungai, kemudian listik juga rusak. “Terkait listrik kami juga berharap Pemkab Kapuas Hulu bisa membantu untuk perbaikannya,” harapnya.

Sebab, diakui dia, warga desa tidak bisa memperbaiki PLTMH yang sudah rusak, jika tidak dibantu pihak berkompeten. Akibatnya, dia menambahkan, masyarakat yang selama ini mengandalkan penerangan dari PLTMH kini gelap gulita. Lantaran, diungkapkan dia, PLTMH yang dibangun mengalami kerusakan cukup berat dan membutuhkan dana besar untuk memperbaikinya. “Saat ini warga masih menggunakan penerangan seadanya, seperti pelita dan penerangan lainnya. Karenanya diharapkan ada bantuan perbaikan PLTMH itu,” kata Deni.(aan)

Berita Terkait