Gerhana Bulan dengan Durasi Lebih dari 103 Menit

Gerhana Bulan dengan Durasi Lebih dari 103 Menit

  Minggu, 29 July 2018 09:46
GERHANA: Gerhana bulan diapit dua naga kelenteng Dewi Kwan Im, Palembang yang dimulai pukul 01.24 hingga pukul 05.19, Sabtu (28/7). Gerhana bulan total ini merupakan yang paling lama sejak 18 tahun lalu dengan durasi gerhana total 1 jam 43 menit. ALFERY IBROHIM/SUMEKS/JPG

Berita Terkait

Sampai Ketemu Lagi di 2141

JAKARTA – Gerhana bulan total (GBT) dengan durasi yang sangat panjang (103 menit) teramati dengan jelas di seluruh wilayah Indonesia. Sejumlah warga antusias menikmati gerhana meskipun berlangsung sekitar pukul 03.00 dini hari kemarin (28/7).  

Misalnya di lokasi pemantauan GBT di Pusat Peragaan Iptek (PP-Iptek) Kemenristekdikti di komplek Taman Mini Indonesia Indah (TMII).  Pada saat gerhana mulai terjadi, sisi bulan bagian atas perlahan mulai gelap. Kemudian pada puncak gerhana, bulan menjadi merah kegelapan. Selama gerhana berlangsung, planet Mars teramati dengan mata telanjang. Posisinya tidak jauh dari bulan dan tampak berpendar layaknya bintang.

Ada puluhan siswa dari sekitaran TMII yang antusias ikut mengamati GBT. Direktur PP-Iptek Kemenristekdikti Mochammad Syachiral Annas mengatakan puluhan warga, kebanyakan siswa sekolah, mengikuti peneropongan langsung GBT. ’’PP-Iptek menyiapkan tiga teleskop. Satu diantaranya terhubung ke televisi,’’ katanya kemarin.

Syachiral mengatakan warga antusias karena durasi GBT kemarin dini hari terlama sejak 2000 lalu. Untuk fase gerhana total berlangsung selama 103 menit atau 1 jam 43 menit. Dia menjelaskan fenomena GBT bisa dijadikan media pembelajaran langsung bagi masyarakat.

Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer-Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (BPAA-Lapan) Pontianak juga melakukan pemantauan gerhana bulan total saat punama terjauh atau micro-moon yang terjadi, Sabtu (28/7) dini hari. 

Kepala BPAA-Lapan Pontianak Muzirwan mengungkapkan, micro-moon terjadi pada dini hari di langit barat. "Untuk pengamatan kami persiapan dari jam 23.00 WIB," katanya kepada Pontianak Post. Pengamatan bersama Lapan terbuka bagi siapa saja yang hadir di Kantor Lapan Pontianak, Jalan 28 Oktober. Di sana pengamatan dilakukan dengan dua teleskop yang terhubung ke layar untuk live streaming.

Sebagaimana diketahui GBT dengan durasi lebih dari 103 menit baru terjadi pada 19 Juni 2123 nanti. Tetapi, pada saat itu GBT tidak teramati dari Indonesia. GBT dengan durasi 106 menit akan kembali terjadi pada 2141 nanti. Dan, pada saat itulah baru teramati dari wilayah Indonesia.

Sementara itu, Kabag Humas Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Jasyanto menjelaskan, ada beberapa kejadian gerhana bulan berikutnya yang bisa diamati dari Indonesia. Tetapi, durasinya tidak sepanjang GBT 28 Juli. Dalam kurun lima tahun ke depan ada sembilan kejadian gerhana bulan.

Dimulai dengan gerhana bulan sebagian pada 17 Juli 2019. Lalu gerhana bulan penumbra di 11 Januari, 6 Juni, dan 30 November 2020. Kemudian GBT pada 26 Mei 2021, gerhana bulan penumbra 19 November 2021, GBT 8 November 2022, gerhana bulan penumbra 5-6 Mei 2023 dan gerhana bulan sebagian 29 Oktober 2023.

Data prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 28 Juli dinihari tidak ada daerah yang mengalami kondisi berawan tebal maupun hujan lebat. Kondisi cuaca pada umumnya cerah berawan dan berawan. (wan/ttg)

Berita Terkait