Gerebek Distributor Obat dan Kosmetik Ilegal

Gerebek Distributor Obat dan Kosmetik Ilegal

  Kamis, 3 March 2016 08:01
Foto Meidy Khadafi/Pontianak Post

Berita Terkait

PONTIANAK- Subdit I Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar menggerebek sebuah rumah di Jalan Parit Demang, Kelurahan Parit Tokaya, Pontianak Selatan yang diduga dijadikan tempat pendistributoran jenis obat dan kosmetik ilegal, Selasa (1/3) sore.

Direktur Reskrimsus Polda Kalbar Kombes Pol Agus Nugroho melalui Kasubdit I Bidang Industri dan Perdagangan Kompol Wedy Manadi mengatakan, penggerebekan rumah yang diduga dijadikan pendistribusian kosmetik dan obat-obatan ilegal itu merupakan hasil penyelidikan terhadap peredaran barang-barang yang berasal dari luar negeri tanpa ijin edar atau illegal.

Dari penggerebekan tersebut, polisi mengamankan berbagai jenis obat maupun kosmetik seperti lotion, masker wajah, krim pembesar payudara, silikon pembesar payudara, krim pembesar pantat, obat kuat khusus wanita, obat kuat pria, sabun pemutih kulit, shampo, obat diet, lipstik, lipsgloss, dan barang-barang lainnya yang tidak sesuai Standart Nasional Indonesia maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan. "Totalnya ada 81 item terdiri dari 4559 kotak atau botol dan 4534 bungkusan kecil. Jika dinominalkan dengan nilai uang sekitar Rp1,1 milyar," Ujar Kompol Wedy saat memberikan keterangan pers, Rabu (2/3) malam.

Selain menyita ribuan kemasan kosmetik maupun obat-obatan, pihaknya juga mengamankan seorang wanita berinisial DS (27) yang diduga kuat sebagai distributor barang ilegal itu.Dari hasil penyidikan, barang barang tersebut didatangkan dari berbagai negara, seperti Thailand, Tiongkok maupun Malaysia. "Modusnya dengan cara mengirim melalui kargo pesawat dan jalur darat seperti bus," kata Wedy.

Menurut Wedy, DS sudah melakoni bisnis ini sejak setahun lalu. Dimana dalam menjalankan bisnisnya, DS juga berperan mengantar langsung ke pemesan. "Jadi ini tergolong rapat dan rahasia," katanya. Barang import tanpa izin ini, kata Wedy, tidak hanya diedarkan di wilayah Kota Pontianak, melainkan hingga ke pelosok di Porovinsi Kalimantan Barat. "Dari satu item obat atau kosmetik ini, DS mengambil untuk antara Rp5 ribu hingga 15 ribu. Tergantung jenisnya," lanjutnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan pasal 62 jo pasal 8 UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. "Yang bersangkutan melanggar dijerat pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan pasal 62 jo pasal 8 UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun," tegasnya.

Selanjutnya terhadap tersangka dan barang bukti telah diamankan di Ditreskrimsus Polda Kalbar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Kami masih melakukan pengembangan, untuk mengetahui keberadaan distributor obat maupun kosmetik ilegal," pungkasnya.Sebelumnya, Kepolisian Resor Bengkayang juga mengamankan satu unit truk yang mengangkut pil ginseng Kianpi ilegal buatan Tiongkok yang diduga diselundupkan dari Malaysia.

Selain mengamankan barang bukti, polisi juga mengamankan sopir berinisial DD. "Saat ini sopir berikut truk berisi penuh pil ginseng itu, sudah kami amankan di Mapolres Bengkayang," kata Kabag Ops Polres Bengkayang, Kompol Dudung Setyawan.

Menurut Dudung, pil ginseng Kianpi ini, diduga dimasukkan dari perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang. Menurut dia, dari hasil interogasi terhadap DD sang sopir mengakui, kalau barang ilegal itu ia dapatkan dari Iy. "Untuk sekali angkut ke Pontianak, DD mendapatkan upah sebesar Rp2,5 juta dari Iy, upah itu baru dibayarkan setelah barang sampai di tempat tujuan," ujarnya.Tersangka DD untuk sementara dipersangkakan UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen, karena, masih perlu dilakukan uji di BPPOM dan Kesehatan mengenai obat-obatan tersebut. (arf)

 

Berita Terkait