Gerakan Spot Stop Hama Jagung

Gerakan Spot Stop Hama Jagung

  Jumat, 27 November 2015 09:37

SUNGAI PINYUH-Meningkatkan kualitas dan produksi jagung, Unit Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Mempawah menggelar sosialisasi gerakan pengendalian spot stop tanaman jagung 2015, Rabu (25/11) pagi di Desa Parit Banjir. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan petani.Koordinator POPT Kabupaten Mempawah, Muhammad Taufik menerangkan, sebelum melakukan gerakan pengendalian, pihaknya terlebih dahulu melakukan pengamatan lapangan. Tujuannya untuk menentukan jenis kerusakan, intensitas serangan, jenis hama hingga areal yang terserang hama.

“Setelah dilakukan pengamatan, maka diketahui tanaman jagung petani diserang hama penggerek batang dan penggerek tongkol serta penyakit penyakit hawar atau bengas daun. Kemudian barulah kita tindaklanjuti dengan kegiatan pengendalian ini,” kata Taufik. Taufik pun menyebut gerakan pengendalian hama yang dilakukan pihaknya

sebagai bentuk pelaksanaan dari Undang-Undang (UU) 12 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman. Dalam aturan itu menyebutkan petani bertanggugjawab tehadap tanaman yang diusakannya, sedangkan pemerintah mendukung upaya pengamanan dan penanggulangan jika tindakan petani dianggap belum mendapatkan hasil maksimal.

“Kami berharap melalui gerakan ini, para petani semakin memahami jenis hama dan penyakit tanaman jagung. Serta petani mengetahui cara-cara yang efektif terhadap penanganan serta penanggulangan dilapangan. Mudah-mudahan melalui gerakan ini, produktivitas jagung yang dihasilkan semakin meningkat. Baik secara kualitas maupun kuantitas,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Laboratorium POPT Sungai Kakap Dinas Pertanian Kalbar, HM Rawi, SP menjelaskan, gerakan pengendalian OPT jagung dilakukan pihaknya sebagai tindaklanjut dari hasil pengamatan lapangan yang dilakukan petugas. Dari pengamatan itu, diketahui adanya serangan hama dan penyakit terhadap lahan yang dikelola petani di Desa Parit Banjar Kabupaten Mempawah.

“Atas laporan itulah kita serahkan bantuan berupa obat pembasmi hama infeksida kurang lebih 20 liter serta fungsida ada sepuluh kilogram termasuk kelengkapan petani dilapangan. Kita juga mempraktekan tata cara mencampurkan obat dan penyemprotan,” ungkap Rawi. Terkait penggunaan bahan kimia dan racun pada obat tanaman, Rawi

mengingatkan agar petani berhati-hati. Sebab, campuran bahan kimia dan racun bisa membahayakan kesehatan petani dilapangan.“Penggunaan bahan kimia ini harus dilakukan dengan hati-hati. Petani hendaknya mengikuti prosedur dan tata cara yang telah diajarkan. Mulai dari  mencampurkan yang diaduk pakai kayu dan ketika penyemprotan tidak boleh melawan arah angin, menggunakan masker, topi, kacamata, sepatu bot, sarung tangan dan kelengkapan lain,” terangnya.

Ditempat yang sama, Ketua Gapoktan Parit Banjar Bersatu, Salarmin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah merespon cepat keluhan petani jagung setempat berkenaan dengan hama penyakit.“Terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Mempawah dan Pemerintah Provinsi Kalbar. Alhamdulillah, laporan kami berkenaan dengan serangan hama tanaman jagung direspon dengan baik dan cepat. Petugas langsung melakukan pengecekan lapangan dan mendapatkan obat pengendali hama ini,” tuturnya.

Kedepan, dirinya berharap perhatian dari dinas terhadap kelangsungan usaha petani terus ditingkatkan. Sehingga, permasalahan-permasalahan yang dihadapi petani dapat segera diatasi dengan baik sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ada.“Mudah-mudahan dengan upaya-upaya ini, hasil tanaman jagung kami di areal seluas 120 hektare dapat  berproduksi dengan baik. Sehingga para petani jagung semakin terangkat tingkat kesejahteraannya,” pungkasnya.Selain ratusan petani, sosialisasi juga dihadiri Camat Sungai Pinyuh, Syamsul Rizal, Kepala UPT DP3K Mempawah, Nain Ahmad dan ratusan petani yang tergabung dalam Gapoktan Parit Banjar Bersatu.(wah)