The Generation GAP

The Generation GAP

  Rabu, 20 January 2016 08:05

Berita Terkait

“Kenapa sih anak-anak zaman sekarang tuh susah diatur? Kalau disuruh atau dilarang, pasti mereka nanya dulu alasannya. Kalau nggak dikasih alasan, mereka bakal nanya-nanya terus sampai puas. Duh, pusing deh!”

DI antara kalian pasti sering banget dengar kata-kata tersebut dari orang tua atau guru. Nggak heran, kita sama ortu emang lahir dari generasi yang berbeda. Yap, menurut Teori Generasi oleh Karl Mannheim dalam esai yang berjudul The Problem of Generations, manusia dikelompokkan menjadi beberapa generasi sesuai dengan waktu lahir. Di antaranya, baby boomers, gen X, Y, dan Z. Yuk, kenalin setiap generasinya!

 

Baby Boomers

PERKIRAAN LAHIR: 1946–1964

Berakhirnya Perang Dunia Kedua mendorong harapan hidup kebanyakan orang meningkat. Setelah bertahun-tahun terjebak kondisi tak kondusif, masyarakat mulai kembali menata hidup secara perlahan. Pada masa tersebut, terjadi peningkatan angka kelahiran bayi yang cukup tajam. Sejak 1953 sampai 1964, setiap tahun ada 3,4 juta sampai 4 juta bayi yang lahir di Negeri Paman Sam. Nggak heran kalau mereka yang lahir di generasi itu disebut baby boomers.

Mulai berkembangnya teknologi membuat orang-orang yang lahir pada masa tersebut terbiasa dengan kehadiran televisi. Pada era itu, tercipta pula beberapa gerakan perubahan yang memberikan impact besar hingga saat ini. Salah satunya adalah civil right movements yang memperjuangkan hilangnya perbudakan. Yap, orang-orang di generasi tersebut emang cenderung berkeinginan membangun sesuatu. Mereka juga termasuk pekerja keras dan nggak begitu paham tentang teknologi yang emang belum berkembang saat itu.

Di sisi lain, dari generasi itulah lahir sikap selfcentered yang bikin orang nggak peka dengan lingkungan. Egoisme yang muncul makin meningkat dan kerap kali membawa mereka ke hal-hal buruk. Contoh sederhana adalah maraknya perceraian yang terjadi. Pada masa tersebut, yang namanya single parent udah mulai ngetren dan dianggap biasa tuh. But still, generasi baby boomers dianggap sebagai salah satu generasi terbesar sepanjang sejarah. Kalau dikalkulasikan, jumlah keseluruhannya mencapai 77 juta orang. Woah!

Generasi X

PERKIRAAN LAHIR: 1965–1984

Asal usul nama generasi X ini sebenarnya nggak begitu jelas. Ada yang berpendapat bahwa nama generasi X tersebut hadir lantaran mengikuti pemberian nama di novel Douglas Coupland yang rilis pada awal 90-an. Coupland memang lahir pada tahun masa generasi X berkembang, yaitu sekitar 1960. Coupland menamai generasi X karena adanya ketidakpastian pada generasi mereka.

Berbeda sama generasi baby boomers, justru pada masa itu angka kelahiran bayi menurun drastis. Sebab, mendadak muncul fase antianak di negara adidaya seperti Amerika Serikat. Mudahnya pengaksesan untuk izin aborsi turut menjadi faktor utama sehingga generasi X sepi “peminat”. Belum lagi, maraknya keberadaan birth control pill yang gampang dibeli di mana-mana.

Eits, nggak berarti generasi X terbilang generasi gagal. Tetap aja banyak perubahan baru yang positif tercipta pada masa tersebut. Misalnya aja, dari segi musik, muncul genre-genre baru yang memperkuat identitas masyarakat pada masa tersebut. Mereka mendengarkan lagu bukan cuma untuk ikutin tren. That’s why, pada masa itu, lahir gig-gig musik keren dalam satu frekuensi genre yang sama. Buktinya, muncul kaum-kaum yang terikat kuat dengan budaya musik tersebut seperti kaum hippies. Pokoknya, orang-orang di generasi X giat banget berkontribusi pada hal-hal yang mereka suka.

Generasi Y (Millennials)

PERKIRAAN LAHIR: 1985–2000

Generasi inilah yang bentar lagi menguasai dunia. Orang yang lahir pada generasi ini tumbuh di antara berkembang pesatnya berbagai teknologi. Let’s say, iPhone, BlackBerry, tablet computers, etc... Makanya, nggak heran kalau mereka lebih suka melakukan segala sesuatu dengan teknologi ketimbang manual. Misalnya, untuk ngobrol, mereka lebih suka pakai instant messenger daripada face-to-face.

Generasi ini juga disebut-sebut sebagai generasi andal karena penuh kejutan dengan menelurkan ide-ide brilian. Mereka selalu ingin coba-coba dan peduli soal teknologi terbaru. Juga mempunyai pola komunikasi sangat terbuka kalau dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. Contoh tokoh sukses yang lahir di generasi ini adalah Mark Zuckerberg, penemu sekaligus CEO Facebook, dan Justin Bieber. Eits, X juga tergolong generasi ini loh. Makanya, gaul dan canggih abis kan, hehehe.

Namun, beberapa orang beranggapan bahwa gen Y memiliki beberapa karakteristik negatif seperti egosentris, individualisme yang sangat tinggi, dan gampang bosan. Dr Mackay, founder quarterly research series The Ipsos Mackay Report, mengungkapkan bahwa banyak orang dari generasi selain Y yang sering bersikap sinis kepada gen Y. “Beberapa di antara mereka iri karena gen Y begitu berpikiran terbuka. Mereka diam-diam menyadari bahwa gen Y mempunyai prospek yang dipandang dunia,” ujarnya dilansir dari News.

Generasi Z

PERKIRAAN LAHIR: 2001–2010

Ini dia gen kekinian! Orang-orang generasi Z lahir dan dibesarkan pada dunia penuh serba-serbi digital dan beragam teknologi yang lebih canggih daripada gen Y. Sejak kecil, mereka mengenal berbagai gadget yang canggih. Baik secara langsung maupun tidak, hal itu akan berpengaruh terhadap perkembangan perilaku dan kepribadiannya. Kiblat mereka adalah internet yang mempermudah mereka mendapat informasi terkini kapan pun dan di mana pun. So, nggak heran kalau anggota gen tersebut lebih modern. Misalnya saja, para anak artis seperti Brooklyn Beckham ataupun Suri Cruise yang banyak menjadi idola saat ini. Sisi positif dari karakteristik generasi Z adalah mereka fasih dengan teknologi digital. Bill Gates menyebut generasi itu sebagai generasi I atau generasi informasi.

Mereka juga lebih pragmatis dan pekerja keras jika dibandingkan dengan generasi yang ada sebelumnya. Namun, generasi Z cenderung kurang nih dalam komunikasi secara verbal karena bersikap egosentris dan individualis serta menginginkan hasil yang serbacepat dan instan. Mereka melihat dirinya sebagai solusi atas masalah. Alhasil, mereka bakal mencari pekerjaan yang menurut mereka membantu masyarakat. (*/det)

 

 

Berita Terkait