Gencarkan Saham Syariah

Gencarkan Saham Syariah

  Kamis, 29 September 2016 09:30

Berita Terkait

PONTIANAK – Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Cabang Pontianak Taufan Febiola mengatakan pihaknya kini tengah gencar mensosialisasikan pasar modal syariah di Kalbar.

 
"Apalagi semester II tahun 2016 pemerintah menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu ujung tombak pertumbuhan ekonomi ke depannya," ujarnya kepada Pontianak Post., kemarin.

Menurut dia, selama ini masyarakat Kalbar yang belum mengetahui produk ini. Pihaknya pun memilliki strategi untuk menggaet investor syariah. BEI sendiri memilih untuk melisting emiten Indonesia yang masuk dalam kategori syariah, begitu pula sebaliknya. "Belum diputuskan, tetapi tahap awal mungkin yang syariah dulu. Karena kami ingin mengembangkan dunia keuangan syariah,” ujarnya.

Dikatakan Taufan, sosialisasi gencar dilakukan dalam rangka mengenalkan dan mengajak masyarakat untuk aktif dan memanfaatkan fasilitas produk syariah di pasar modal. "Meski produk syariah di pasar modal ada, akan tetapi untuk di Kalbar kita akui investornya masih rendah. Oleh karena itu kita akan gencar sosialisasi di Kalbar," katanya.

Taufan menyebut untuk mendukung percepatan dan pemahaman lebih dalam dan sejak awal terutama bagi mahasiswa di Kalbar pada tahun Maret 2017 mendatang pihaknya akan membangun galeri investasi syariah di Kalbar untuk pertama kalinya. "BEI akan membuat galeri syariah kita sudah menentukan di Institut Agama Islam Negeri Pontianak," kata dia.

Ke depan tambahnya pihaknya akan bermitra dengan berbagai pihak termasuk Masyarakat Ekonomi Syariah Kalbar untuk mendorong ekonomi syariah. Kita optimis dengan program ini,” ungkapnya.

Dijelaskan dia, saham syariah merupakan surat berharga bukti penyertaan modal atas suatu perusahaan dengan sistem bagi hasil, karena itu tidak bertentangan dengan syariah Islam. Saham tersebut juga harus dikeluarkan oeh perusahaan yang bergerak di bidang usaha yang halal.

Saham dapat dikategorikan halal jika diterbitkan oleh emiten yang bergerak di bidang usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah, misalnya bukan perusahaan minuman keras atau rokok.

“Ini sebagai solusi bagi investor yang ingin menanamkan modal di pasar modal, tetapi tidak ingin bertentangan dengan syariah Islam. MUI sendiri sudah menyebut saham syariah ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam,” pungkas dia. (ars)

Berita Terkait