Gelorakan Semangat Pancasila dalam Ekonomi Kreatif Pemuda

Gelorakan Semangat Pancasila dalam Ekonomi Kreatif Pemuda

  Jumat, 3 June 2016 09:30
LEPAS MERPATI: Gubernur Kalbar, Cornelis didampingi Istri bersama Karolin Margret Natasa sang penggagas acara Bulan Bung Karno beserta undangan lainnya melepas burung merpati saat pembukaan acara.

Berita Terkait

GUBERNUR Kalimantan Barat, Cornelis bersyukur dengan ditetapkannya tanggal 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila. Ia berharap kedepannya rakyat Indonesia termasuk warga Kalbar paham dan melaksanakan Pancasila sebagai ideologi negara.

“Dengan diakuinya 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila yang digagas Bung Karno bersama teman-temannya ketika itu, merupakan kebahagiaan tersendiri. Karena pemerintah sudah mengakuinya,” ujar Cornelis saat membuka event Bulan Bung Karno, Rabu (1/6), di Rumah Radakng Pontianak.

Menurut Cornelis, dengan ditetapkannya 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila menunjukkan bahwa bangsa Indonesia sudah mengakui pemikiran Bung Karno untuk membentuk suatu negara berlandaskan Ideologi Pancasila. Kedepannya diharapkan masyarakat bisa mewujudkan Pancasila dalam kehidupannya.

Koordinator Bulan Bung Karno 2016, Karolin Margret Natasa berharap pemikiran Bung Karno yang luar biasa mengenai Pancasila, trisakti, dan nawacita dikenal generasi muda. Diharapkan kedepannya seluruh generasi muda yang akan menjadi pemimpin bangsa memiliki bekal yang cukup terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Menurut Karolin, jajak pendapat menyatakan mereka yang berusia muda maupun tua tetap menganggap Pancasila sebagai solusi bangsa. Tetapi cara penafsiran, penyampaian, dan mewujudkannya yang berbeda. “Beda zaman, beda generasi, beda cara mewujudkannya,” ungkap politisi dari PDIP ini.

Karolin menuturkan, PDIP Provinsi Kalbar menggelar Festival Bulan Bung Karno untuk memperingati Hari Kelahiran Pancasila ini. Festival ini secara khusus berbicara tentang kaum muda. Hal ini mengingat Bung Karno berusia relatif muda ketika menginisiasi kemerdekaan dan merumuskan Pancasila. 

“Melalui festival orang muda ini juga menyorot sisi budaya dan kemandirian ekonomi. Diharapkan lebih banyak pengusaha muda yang muncul di Pontianak, Kalbar, sehingga mampu berdikari secara ekonomi,” kata Karolin.

Karolin juga berharap seluruh pemuda di Kalbar bangga sebagai bangsa Indonesia. Mereka harus bangga memiliki Pancasila. “Kedepannya generasi muda harus menjadikan Pancasila menjadi landasan dalam kehidupannya untuk menjadi bangsa yang tangguh,” ungkapnya. (*)

Berita Terkait