Gelaran Borneo Expo Smesco 2018, Wadah Promosi Produk Lokal

Gelaran Borneo Expo Smesco 2018, Wadah Promosi Produk Lokal

  Senin, 7 May 2018 11:00
PUKUL GONG: PJ Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar Hj Tita Kadarsari memukul gong tanda dibukanya acara Borneo Expo Smesco. HUMAS PEMPROV FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Borneo Expo Smesco 2018 digelar. Pameran yang dilaksanakan di Pontianak  Convention Center (PCC) ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Pj Ketua Dekranasda Kalbar, Tita Kadarsari dan dibuka Kepala Koperasi dan UMKM Kalbar, Marsianus SY, Kamis (3/5).

Tita menuturkan penyelenggaraan pameran ini  dapat mendorong usaha-usaha kecil dan menengah untuk aktif meningkatkan pendapatan dan mendorong sektor perekonomian di Kalbar.

Borneo Expo kali ini menampilkan aneka produk kerajinan dari UMKM, serta makanan khas dari Kalimantan Barat maupun di luar Kalbar. Beberapa daerah di Indonesia juga mengutus perwakilan mereka untuk mengisi stan yang tersedia yang berjumlah kurang  lebih 70 stan.

"Penyelenggaraan Borneo Expo Smesco  tahun ini merupakan wadah untuk perajin mempromosikan produknya. Namun, kami dari dekranasda juga berharap para perajin dapat meningkatkan sdm ,    kreatifitas dan kualitas hasil produknya sehingga bisa di terima oleh masyarakat, " ujar Tita.

Pelaksana Tugas (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Barat, Tita Kadarsari menuturkan,  saat ini kerajinan asal  Kalimantan Barat banyak diminati.

"Ya. Sebagai daerah yang kaya akan seni dan budaya, Kalbar juga  memiliki hasil karya dimana daerahnya memiliki  ciri khas sendiri, baik untuk produk makanan khas dan aneka kerajinan. 

Makanan khas amplang, lidah buaya, lempok durian dll, aneka kerajinan tenun Kapuas Hulu dan Sintang serta  songket dari Sambas, juga dicari. Belum lg aneka kerajinanan tangan lainnya dari seluruh kabupaten dan kota se Kalbar ujar Tita, usai berkunjung ke seluruh stan.

Tita mengatakan, produksi yang dihasilkan  tiap-tiap kabupaten,  melalui ajang ini supaya lebih dikembangkan  produknya.  Harapan ke depan, produk kita  dapat  bersaing di pasaran dan memikat pecinta kerajinan, ujarnya.      

Sementara itu Kepala Koperasi dan UMKM Kalbar mengatakan bahwa di sektor pemasaran, UMKM bisa memanfaatkan digital marketing maupun konvensional. Untuk pembinaan, pemerintah dan perusahaan sudah banyak  menyediakan bantuan untuk itu. Adapun biaya produksi, diakuinya, memang Kalbar masih kalah. Namun dia yakin bila hitungannya tepat, maka ongkos produksi Kalbar bisa bersaing dengan daerah lain, tegasnya. (Humas Prov Kalbar)

Berita Terkait