Gelar Sunatan Massal & Pengajian Umum

Gelar Sunatan Massal & Pengajian Umum

  Senin, 21 March 2016 08:34
DIABADIKAN BERSAMA: Para Pengurus Cabang Muslimat NU Kayong Utara ketika diabadikan bersama di sela-sela peringatan Hari Lahir ke-70 Muslimat NU di Sekretariat NU Kabupaten Kayong Utara. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kayong Utara memperingati hari lahir ke-70 Muslimat NU di Kabupaten Kayong Utara. Mereka menggelar serentetan kegiatan, seperti lomba menggambar/mewarnai untuk tingkat TK/PAUD, sunatan massal, dan puncaknya yaitu mengadakan pengajian umum.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Effian Noer, sekretaris PC NU Kabupaten Kayong Utara. Mereka juga melibatkan Banom NU seperti Patayat NU dan Ikatan Pelaja Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Kegiatan dilaksanakan seharian penuh. Keseluruhan kegiatan dipusatkan di Sekretariat NU Kabupaten Kayong Utara, Minggu (20/3).

Setelah acara pembukaan, PC Muslimat NU membagi kegiatan di dua tempat. Mereka menggelar lomba menggambar/mewarnai tingkat TK/PAUD di gedung lantai atas, sementara kegiatan sunatan massal di lantai bawah. Keseluuhan kegiatan tersebut berakhir hingga hingga pukul 13.00 WIB. Acara dilanjutkan dengan pengajian umum pukul 15.00 WIB – 17.00 WIB, dan ditutup secara resmi oleh ketua Muslimat PC NU Kabupaten Kayong Utara, Umi Fadilah.

Dalam sambutannya, Umi Fadilah mengatakan bahwa peringatan hari lahir ini, merupakan instuksi dari Ketua Umum PP Muslimat NU, yaitu Khofifah Indar Parawansa. Mereka diinstruksikan agar sebisanya mengadakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di tiap provinsi dan kabupaten se-Indonesia.

“Acara puncaknya kami pengurus tiap kabupaten dan provinsi Insyaallah akan diundang  pada perayaan Hari Lahir (Harlah) Muslimat NU ke-70 di Stadion Gajahyana, Malang, Jawa Timur pada 26 Maret 2016 mendatang,” ungkap Umi.

Umi mengungkapkan bahwa dalam kegiatan Harlah mereka nanti, yang tidak kalah pentingnya akan membahas masalah eksistensi koperasi yang dikelola Muslimat NU. Koperasi tersebut, dikatakan dia, saat ini menjadi bagian dari kanalisasi serta upaya menurunkan kemiskinan dan menaikkan derajat wanita di masyarakat.

Sementara itu, di tempat terpisah, Effian Noer, sekretaris NU Kabupaten Kayong Utara, memberikan penjelasan bahwa Muslimat NU merupakan organisasi wanita di Indonesia, serta sebagai salah satu Badan Otonom Nahdlatul Ulama.

“Dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga Muslimat yang pertama, pasal 2, disebutkan Banom ini bertujuan menyadarkan para wanita Islam Indonesia akan kewajibannya, supaya menjadi ibu yang sejati, sehingga dapatlah mereka itu turut memperkuat dan membantu pekerjaan NU dalam menegakkan syi’ar Islam,” pungkas komisioner KPU Kabupaten Kayong Utara tersebut. (dan/Humas)

Berita Terkait