Gedung UMKM Center Resmi Beroperasi

Gedung UMKM Center Resmi Beroperasi

  Minggu, 24 March 2019 09:14
TANDA TANGAN: Gubernur Kalbar Sutarmidji melakukan penandatanganan prasasti peresmian Gedung UMKM Center dengan disaksikan Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, kemarin (23/3). HUMASKOT FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Banyak Produk Ditawarkan di Sini

Gedung UMKM Center dan Dekranasda Kota Pontianak telah diresmikan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutardmiji, kemarin (23/3). Usai peresmian gedung tersebut, nantinya akan diperuntukkan bagi pelaku UMKM buat mempromosikan produknya. Kini asa pelaku UMKM agar naik level semakin besar karena telah miliki pusat solusi persoalan UMKM Pontianak.

MIRZA A. MUIN, Pontianak 

GUBERNUR Sutarmidji memandang saat ini usaha dengan menjual kreatifitas dan inovasi oleh pelaku usaha cukup tinggi. "Ini yang mendorong saya dulu dengan Pak Edi membuatkan satu gedung buat tempat diskusi, agar mereka bisa melakukan inovasi produk dan memasarkannya melalui website," ungkap mantan Wali Kota Pontianak tersebut kepada awak media, usai meresmikan beropreasinya Gedung UMKM Center.

Dalam diskusinya dulu, ia minta desain gedung mesti unik, supaya menjadi daya tarik dan menjadi bagian ikon pertumbuhan ekonomi di wilayah itu. "Saya baru kali pertama masuk gedung ini. Bagus. Di dalamnya juga banyak memajang produk salah satunya alovera yang sudah miliki 30 turunan produk," ungkapnya memuji.

Dari satu produk bisa menjadi 30 turunan, kata sosok yang karib disapa Bang Midji itu, menandakan bahwa pelaku UMKM Pontianak yang diisi sebagian besar oleh pemuda itu telah sedemikian kreatif. Dijelaskan dia, sebagai upaya mendukung majunya UMKM, Bank Indonesia juga miliki inkubator bisnis. Yang diketahui dia, alumni inkubator bisnis kini telah miliki tiga sampai empat perusahaan. Untuk itulah, agar perusahan tersebut tetap hidup, Gedung UMKM Center di sini diharapkan dia, juga menyediakan satu ruang buat diskusi, terutama tentang pemasaran produknya.

Di tempat sama, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menuturkan bahwa Gedung UMKM Center ini memiliki lima lantai. Dalam pengoperasiannya, dijelaskan dia bahwa lantai pertama memajang display berbagai produk dekranasda, lantai kedua berupa produk pelaku UMKM, dan lantai ketiga dan keempat untuk berbagai kegiatan seperti pelatihan inkubator bisnis atau kegiatan lainnya.

Setelah gedung resmi beroperasi, dia mengajak masyarakat Kota Pontianak untuk beramai-ramai datang ke sini. Dipastikan dia, akan ada begitu banyak produk ditawarkan di sini. Selain itu, dia juga memastikan bahwa petugas jaga akan melayani konsultasi seputaran UMKM. “Seperti perizinan produk halal, sampai cara jitu pemasaran produk agar lekas laku,” timpal dia.

Dalam kesempatan itu, ia memandang kemajuan UMKM di Kota Pontianak begitu pesat. Bahkan ia berujar penyumbang pajak terbesar salah satunya dari UMKM. Diharapkan dia agar di sini nanti menjadi wadah pelaku UMKM untuk mengeksplore produknya. "Kita ada buat website. Namanya waroengkite.id. Nantinya website ini sebagai pusat informasi dan pemasaran produknya," ungkapnya.

Agar produk UMKM bisa masuk di website tersebut, pelaku UMKM, menurutnya, tinggal datang mendaftar sebagai anggota Himpunan Pelaku UMKM (Himpu). Nanti setelah selesai diproses maka dipastikan dia, produk tersebut bisa ditampilkan di website tersebut.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi, menambahkan bahwa fungsi gedung ini sebagai tempat buat menampung produk UMKM Kota Pontianak. Produk yang dimaksud dia baik berupa bentuk hasil kerajinan tangan maupun produk makanan dan minuman.

Dari datanya, total ada 14 ribu pelalu UMKM yang tersebar di Kota Pontianak saat ini. Dari belasan ribu itu, dipastikan dia telah bersertifikasi dan sebagiannya lagi telah miliki sertifikasi halal. Bagi yang ingin mengurus perizinan tersebut, pihaknya juga menyediakan pelayanan di gedung UMKM ini. “Namanya klinik pembinaan dan peningkatan mutu,” timpal dia.

Untuk penempatan stan di Gedung ini, pihaknya melakukan penyaringan terlebih dulu, dengan syarat utama produk tersebut bermutu baik dan dikenal. "Di tahap awal penempatan stan produk kita gratiskan karena masih dalam masa sosialisasi," tutupnya. (*)

 

Berita Terkait