Gawai Tradisi dan Simbol

Gawai Tradisi dan Simbol

  Jumat, 10 June 2016 09:30
GAWAI DAYAK: Gubernur Kalbar Cornelis saat dikenakan topi khas suku Dayak dalam pembukaan Gawai Dayak di Rumah Radakng beberapa waktu lalu. MEIDI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Anggota DPRD Kapuas Hulu Fabianus Kasim mengatakan, gawai merupakan tradisi, sekaligus simbol suku Dayak yang diwariskan para leluhur. Untuk itu, ke depan gawai Dayak harus dilaksanakan terintegrasi, sehingga seluruh suku bisa berkumpul dan menjadikan gawai itu meriah. Demikian juga dengan suku dayak kalis, kedepan diharapkan bisa kompak menyelenggarakan gawai.

“Saya ingin di Kapuas Hulu ini seperti daerah lain. Menyelenggarakan gawai lebih bermakna,misal dengan perlombaan Bujang-Dara. Kemudian menimang, menganyam manik-manik dan perlombaan tradisional lainnya,” harapnya. 

Politisi Partai Hanura asal Kecamatan Kalis ini sependapat, ditingkat desa Gawai Dayak Kalis, diselenggara secara bergilir dan berjenjang dari desa hingga ke kecamatan.

Maka ia meminta pengurus adat, Ketemenggungan di Kalis segera menyusun rencana kerja untuk persiapan pelaksanaan gawai tahun berikutnya. Dia menyebutkan, bagaimana membuat upacara adat gawai menjadi sesuatu yang sakral dan bermakna, jadi bukan hanya formalitas. Menurutnya, Gawai dayak ini harus kita kemas dengan baik, isi dengan kegiatan seni dan budaya haruslebih padat.

Menurut dia, gawai memang identik dengan bidang pertanian, maka pihak dinas yang bersangkutan perlu diundang untuk memberi arahan tentang sistem pertanian kedepan, misal dengan membantu alat pertanian, termasuk alat pembasmi hama penyakit padi. Ia mengaku siap mengkoordinasikan dengan dinas terkait untuk pembinaan seni budaya suku Kalis, seperti fasilitas sanggar serta lainnya.

Tujuannya untuk menghidupkan kembali kerajinan tangan para penganyam. Seperti anyaman takin dan kerajinan tangan manik-manik. Tujuannya supaya budaya lokal tidak punah, untuk itu generasi muda harus belajar dengan tetua kita yang terampil dalam menganyam. Dengan adanya generasi mudah terampil. Maka, secara otomatis budaya lokal tetap terpelihara dengan baik seperti aslinya.

Kasim mengapresiasi kinerja para pemangku adat yang telah berusaha melestarikan ada dan budaya masyarakat dayak. Menurut dia, dengan perkembangan zaman yang ada menjaga adat dan budaya lokal menjadi hal yang sulit Karenanya, perlu partisipasi semua pihak, termasuk pemerintah daerah agaradat dan budaya masyarakat adat ini terpelihara dengan baik dan diminati generasi muda.(aan)

Berita Terkait