Garuda Muda Catat Sejarah

Garuda Muda Catat Sejarah

  Rabu, 27 February 2019 11:28
MENANG: Pemain Timnas, Mangkualam Bahar berjibaku melawan pemain Thailand pada laga final AFF U22 di National Stadium Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2) malam. ALLEX QOMARULLA/JAWA POS

Berita Terkait

Indonesia 2 v 1 Thailand

PHNOM PENH - Indonesia mencatat sejarah menjadi juara di Piala AFF U-22 usai menaklukkan Thailand 2-1 dalam laga final di National Stadium Phnom Penh, Kamboja, Selasa (26/2) malam.

Garuda Muda menang comeback, meski harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-89. "Kami berjuang untuk segalanya dan saya pikir kami benar-benar pantas menang," ujar pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri seperti dikutip dari Asean Football. 

Seperti biasa, di level manapun, duel Indonesia vs Thailand berlangsung keras dan menegangkan. Negeri Gajah Putih unggul lebih dahulu lewat Sarinkan Promsupa menit ke-57. Namun, Indonesia langsung menyamakan lewat gol Sani Riski Fauzi menit ke-58. Osvaldo Haay kemudian memastikan kemenangan Timnas Indonesia di menit ke-64.

"Saya selalu memberikan kesejukan di tengah kepahitan," ujar Indra Sjafri, pelatih Indonesia U-22 setelah laga, tadi malam. 

Ya, kemarin Indonesia berhasil menjuarai Piala AFF U-22 2019. Ini merupakan kesejukan di tengah maraknya kasus pengaturan skor dan tertangkapnya petinggi PSSI. 

Dengan gelar ini, Indonesia mencatat debut manis pada turnamen yang sempat vakum selama 14 tahun itu. Dengan hasil ini pula, Indonesia telah mengumpulkan tiga tofi AFF dengan level usia yang berbeda, yakni AFF U19 2013, AFF U-16 2018, dan AFF U-22 2019. Dua di antara dipersembahkan oleh pelatih Indra Sjafri. 

Dalam pertandingan yang berlangsung di National Stadium Phnom Penh, Kamboja, tadi malam, Thailand unggul terlebih dahulu melalui gol dari Saingkan Promsupa pada menit ke-57.

Tak patah arang, Indonesia berhasil menyamakan skor dua menit berselang. Adalah gelandang Sani Riski Fauzi yang berhasil membobol gawang Thailand untuk pertama kalinya. Indonesia kemudian berbalik unggul melalui tandukan Osvaldo Haay pada menit ke-69 setelah menerima tendangan bebas dari M. Luthfi Kamal.

Sani Riski Fauzi tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya malam itu. Sebab, golnya mengembalikan semangat bagi rekan-rekannya setelah kebobolan terlebih dahulu. Ini merupakan pertama kalinya Sani bergabung dengan timnas.

Meski harus kehilangan bek Bagas Adi Nugroho karena kartu merah pada menit ke-89. Dia dikeluarkan dari pertandingan setelah melakukan tekel keras terhadap bek Thailand. Meski begitu, Indonesia tetap bisa bertahan meski dengan 10 pemain.

"Alhamdulillah, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Saya bekerja keras dalam setiap latihan dan dalam pertandingan. Ini merupakan rezeki yang diberikan Allah kepada saya. Dukungan pelatih dan official serta teman-teman, kami berhasil meraih hasil ini," kata Sani yang ditemui usai laga.

Dengan pencapaian tersebut, timnas bakal mendapat bonus dari pemerintah. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Menpora Imam Nahrawi. Semalam Imam memang datang langsung menuju Kamboja untuk menyaksikan laga final. Tak tanggung-tanggung, Menpora akan mengucurkan bonus sebesar Rp2,1 miliar.

"Sudah kami siapkan. Kalau dihitung totalnya Rp2,1 miliar. Tapi mereka (pemain dan tim) belum ada yang tahu. Imam menambahkan bahwa AFF U-22 hanya permulaan. Sebab pihaknya akan menyiapkan bonus berbeda jika berhasil mencapai target dalam AFC dan SEA Games 2019. 

"Ini wujud terima kasih kami kepada PSSI, timnas, para atlet kita yang keren ini," ujar Imam.

Sementara itu pelatih Indra Sjafri sangat bangga atas pencapaiannya. Dia berhasil mengulang kesuksesan lima tahun silam. Dia cukup terkejut karena hampir semua peserta menggunakan pelatih asing. Sedangkan Indonesia menggunakan pelatih lokal. Ditambah dalam skuad U-2 tidak ada pemain naturalisasi.

"Tentu saja dengan ini kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri. Bisa asalkan kita mau," ungkapnya begitu bahagia. Buat Indra, gelar ini merupakan titel kedua yang dia berikan untuk Indonesia setelah gelar Piala AFF U-19 2013. 

Titel Piala AFF U-19 2013 itu sendiri merupakan gelar yang sangat berharga buat Merah Putih, karena menjadi titel internasional pertama yang diraih timnas sejak meraih medali emas SEA Games 1991. 

Untuk sepak bola Indonesia secara umum, gelar Piala AFF U-22 2019 ini menjadi kabar gembira di tengah maraknya kasus mafia bola yang menyita perhatian publik.  "Kemenangan ini tidak hanya untuk tim, tetapi juga untuk orang Indonesia yang telah haus akan kemenangan dalam waktu yang lama," ujar pelatih kelahiran Pesisir Selatan Sumatera Barat berusia 56 tahun itu. (gil)

Berita Terkait