Garbi Kalbar Dideklarasikan

Garbi Kalbar Dideklarasikan

  Minggu, 17 March 2019 17:30
Deklarasi : Pengurus Garbi Chapter Kalbar, saat membacakan Manifesto Garbi Kalbar yang sekaligus menjadi penanda dideklarasikannya ormas tersebut. SITI/PONTIANAK POST

Ajak Anak Muda Bergabung, Tak Berafiliasi Pada Parpol Manapun

Gerakan Arah Baru Indonesia Chapter Kalimantana Barat (Kalbar) resmi dideklarasikan, Sabtu (16/3). Organisasi Masyarakat (Ormas) yang disngkat Garbi ini, adalah gerakan yang mengajak anak muda untuk berkolaborasi membangun bangsa.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Garbi memang belum dideklarasikan secara nasional. Gerakan ini justru lebih dulu dideklarasikan di daerah-daerah. Kalbar adalah provinsi yang kesekian. Sabtu (16/3), selain di Kalbar, ormas ini juga dideklarasikan di Jawa Tengah dan Jogjakarta.

“Garbi merupakan ormas yang terbuka untuk semua kelompok. Gerakan kami mengajak teman-teman pemuda berkolaborasi memberikan kontribusi terbaiknya untuk negeri,” ungkap Agus Dwi R, Ketua Umum Garbi Chapter Kalbar.

Lahirnya ormas ini, dikatakan Agus, tidak terlepas dari pemikiran deklaratornya, yakni Anis Matta. Gerakan ini juga turut dibesarkan oleh tokoh-tokoh publik yang cukup dikenal di tataran nasional. Sebut saja Fahri Hamzah, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Di Ormas tersebut, Fahri didaulat menjadi pembicara nasional atau National Speaker.

Mengusung tema besar menjadikan Indonesia sebagai lima besar kekuatan dunia, organisasi ini berangkat dari besarnya potensi yang dimiliki oleh negara ini. Potensi itu tercermin dari cemerlangnya prestasi para pemuda Indonesia dan didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah, sebagai kunci meraih kejayaan negeri. Namun, potensi-potensi ini, dinilai belum berjalan secara maksimal. Sementara negara ini pun akan menghadapi bonus demografi pada 2030 mendatang.

“Kita punya potensi yang luar biasa, namun belum terkelola dengan baik. Garbi ingin mengajak anak muda dan semua elemen bangsa bersatu dan berkolaborasi,” kata dia.

Meski para pembesarnya merupakan tokoh-tokoh politik, namun Garbi menegaskan bahwa tidak berafiliasi pada partai politik mana pun.  Garbi pun mengkritisi perihal terpolarisasinya masyarakat Indonesia sebagai akibat dari konstelasi politik beberapa waktu belakangan dan masih berlangsung hingga saat ini.

“Konstelasi politik yang berkembang saat ini telah membelah Indonesia. Ini tidak membuat Indonesia menjadi kuat,” tuturnya.

Sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan cita-cita tersebut, Garbi Kalbar akan memulai dengan sejumlah program. Salah satunya dengan menggelar banyak diskusi yang melibatkan berbagai elemen, terutama para pemuda, agar pikiran mereka samakin terbuka serta dalam rangka menumbuhkan kesadaran akan pentingnya berkolaborasi membangun bangsa.   

Dalam deklarasi yang digelar di Café What’s Up itu, hadir pula National Speaker Garbi, yakni Ahmad Zainudin. Dalam acara tersebut, ia menyinggung sejarah berdirinya Garbi. Dia menceritakan, awal kemunculan gerakan ini berangkat dari ide dan pemikiran yang diusung oleh dideklaratornya, Anis Matta. Kemudian ide-ide tersebut, didiskusikan dengan generasi muda di berbagai wilayah di tanah air. Sejauh ini menurutnya, ide tersebut diterima oleh para pemuda.

“Sudah lebih dari 30 daerah yang mendeklarasikan Garbi. Bahkan WNI yang ada di luar negeri pun sudah ada yang mendeklarasikan. Masih ada daerah-daerah yang juga akan deklarasi,” jelasnya.

Dia menambahkan, Garbi akan menjadi wadah bersama warga menuju kebangkitan Indonesia di zaman modern yang siap berkorban dengan segenap harta jiwa raga sesuai dengan Pancasila dan semangat Pendiri bangsa. Di wadah ini pula, upaya-upaya untuk membangun kesadaran pemuda Indonesia, untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi negara. Tak kalah penting pula, ormas ini juga akan berupaya mendorong terciptanya harmonisasi antar elemen bangsa yang berbeda suku, budaya, dan agama. **