Gantung Diri Usai Tenggelamkan Isteri

Gantung Diri Usai Tenggelamkan Isteri

  Jumat, 25 May 2018 10:00
EVAKUASI: Jenazah Lilis saat dievakuasi usai ditemukan tenggelam dengan kaki dan tangan terikat serta diganduli dengan batu. Diduga karena perbuatan suami yang belakangan bunuh diri dengan menggantung diri. AFI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

KETAPANG - Kepolisian Resort Ketapang akhirnya berhasil mengidentifikasi mayat perempuan yang ditemukan mengapung di Sungai Pawan pada Rabu (23/5) pagi. 

Mayat tersebut adalah Lilis (48). Selain Lilis, polisi juga memastikan jika jasad pria yang menggantung di Desa Sukabangun Dalam adalah suami Lilis, Ayong (50). Jasad Ayong ditemukan menggantung di dalam rumahnya sekitar pukul 15.00 WIB.

Kematian pasangan suami istri ini cukup tragis. Kasus ini pun membuat masyarakat Ketapang heboh. Berbagai spekulasi pun mulai bermunculan, jika kematian Lilis masih berkaitan dengan Ayong. 

Banyak masyarakat yang menduga, Lilis dibunuh oleh Ayong dan jasadnya ditenggelamkan ke Sungai Pawan dengan cara diikat menggunakan batu.

Saat jasad Lilis ditemukan, Ayong yang khawatir perbuatannya diketahui akhirnya nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam rumahnya beberapa jam setelah jasad Lilis ditemukan. Spekulasi itu muncul setelah beberapa warga sempat melihat Ayong, mendatangi lokasi jasad Lilis ditemukan. Tak hanya itu, Ayong juga sempat datang ke rumah sakit saat jasad Lilis diidentifikasi.

Salah satu warga Desa Sukabangun Dalam Kecamatan Delta Pawan, Ujang, tak menyangka kalau mayat yang ditemukan mengapung di sungai adalah Lilis. Dia juga tidak menyangka jika Ayong mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. 

"Sepengetahuan saya, mereka (Ayong dan Lilis; red) kerap bertengkar. Bahkan Ayong pernah sampai melarikan diri," katanya, kemarin (23/5).

Dia juga menjelaskan, sebelum ditemukan menggantung di rumahnya, Ayong sempat mendatangi RSUD dr Agoesdjam Ketapang bersama anak bungsunya. 

Dia mendatangi rumah sakit untuk melihat Lilis yang sedang dilakukan identifikasi oleh pihak kepolisian. 

"Tapi pastinya apakah Ayong yang membunuh Lilis, saya tidak tahu," ungkpanya.

Sementara itu, tetangga Lilis dan Ayong, Marina (38), mengaku terakhir kali bertemu Lilis pada Senin (21/5) di Kantor Desa Sukabangun Dalam. 

"Setelah tidak ada melihat, karena memang rumah mereka jarang buka pintunya. Mereka juga sering berkelahi, namun saya tidak mau ambil pusing, karena itu urusan rumah tangga mereka," katanya.

"Kita tak menyangka sampai seperti ini. Mereka punya anak tiga orang. Yang pertama laki-laki masih SMP, kedua laki-laki masih SD dan terakhir perempuan belum sekolah," lanjutnya.

Dia menjelaskan, dirinya merupakan orang pendatang yang sudah tinggal selama tujuh tahun. Sepengetahuan dirinya, Lilis hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan Ayong bekerja sebagai seorang nelayan. 

"Tapi penyebab kejadian kita tidak tahu apakah karena faktor ekonomi atau yang lainnya," paparnya.

Kapolres Ketapang, AKBP Sunario mengatakan, mayat yang ditemukan oleh warga di aliran Sungai Pawan tersebut adalah Lilis warga Desa Sukabangun Dalam Kecamatan Delta Pawan.

"Kondisi mayat saat ditemukan dalam keadaan terikat dan digantungi batu dan pasir. Setelah dievakuasi mayat kita bawa ke RSUD Agoesdjam untuk identifikasi. Diketahui namanya lilis," kata Sunario, kemarin (23/5).

Dia menjelaskan, jasad Lilis pertama kali ditemukan nelayan ale-ale dalam keadaan mengapung. Polisi pun melakukan identivikasi dan visum terhadap jasad Lilis di RSUD dr Agoesdjam Ketapang. Setelah mengetahui identitas korban, polisi mencari tahu siapa sebenarnya Lilis. Termasuk mencari di mana alamatnya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, polisi kembali mendapatkan informasi penemuan mayat di Desa Sukabangun Dalam. Sesosok jasad laki-laki ditemukan menggantung di dalam rumahnya. Setelah diidentifikasi, ternyata jasad laki-laki paruh baya itu adalah suami Lilis, Ayong.

Sunario menjelaskan, penemuan jasad di sungai dengan kasus gantung diri tersebut diduga masih berkaitan. Pihaknya menduga, Lilis dibunuh oleh suaminya, Ayong. Hal itu berdasarkan informasi dari masyarakat yang mengatakan saat jasad Lilis ditemukan, Ayong sempat mendatangi lokasi penemuan jasad Lilis. Namun, tak lama setelah itu Ayong menghilang.

Polisi menduga, Ayong khawatir perbuatannya diketahui oleh polisi, dia pun menghilangkan nyawanya sendiri dengan cara gantung diri. "Berdasarkan informasi yang kita kumpulkan, ada warga yang melihat Ayong datang ke lokasi penemuan jasad Lilis. Kemungkinan setelah mayat wanita diketahui adalah Lilis, mungkin Ayong kembali kerumah, panik dan mengambil tindakan itu," tuturnya.

Sunario memaparkan, dari keterangan anak korban, kedua orangtuanya tersebut sering berkelahi. Terkahir, keduanya berkelahi pada Senin (21/5). Namun sejak Selasa (22/5) dinihari, anaknya tidak pernah melihat ibunya. "Bisa jadi Lilis dibunuh oleh suaminya, tapi kita masih dalami lagi apakah suaminya yang membunuh atau tidak. Kita akan minta keterangan saksi-saksi dan mencari tahu motifnya seperti apa," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan terhadap jasad Lilis, ditemukan luka memar di bagian pantat. Dari keterangan dokter serta foto yang ada, lidah jasad Lilis terjulur. Sedangkan tanda-tanda kekerasan benda tumpul atau tajam tidak ada. "Diperkirakan korban tercekik. Barang-barang berharga berupa cincin dan anting korban masih melekat di tubuh korban," lanjutnya.

Dia mengaku akan mendalami kasus ini dan akan memeriksa anak korban. Hanya saja saat ini anak korban masih trauma. "Nanti akan kita tanya kapan dan di mana bapak dan ibunya berkelahi sebelum anaknya tidak melihat ibunya," pungkas Sunario. (afi)

Berita Terkait