Gantikan Sakelar dengan Sensor

Gantikan Sakelar dengan Sensor

  Kamis, 1 September 2016 09:30
APLIKATIF: Dari kiri, Dave, Emmannuel, dan Jordan menunjukkan maket yang dilengkapi sensor khusus untuk mengoperasikan fasilitas rumah.

PERKEMBANGAN zaman menuntut segala sesuatu dilakukan secara cepat. Fenomena tersebut ditangkap tiga siswa SMA Santa Maria. Mereka berupaya membuat penelitian terkait dengan efisiensi beberapa fa silitas rumah. ’’Kami coba ganti sakelar dengan sensor khusus untuk menghidupkan be berapa fasilitas di rumah,’’ ujar Valentinus Dave. Siswa kelas XI itu mengerjakan penelitian tersebut bersama dua temannya, Emmannuel Maximus dan Fransisco Jordan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan maket rumah.

Kemudian, mereka memasukkan bahasa pemrograman untuk sistem pengo pe rasian beberapa alat rumah tangga di dalamnya. Ada tujuh poin yang menjadi fokus utama dalam penelitian tersebut. Meliputi lampu rumah yang dihidupkan/dimatikan dengan sensor te puk tangan. Lalu, lampu taman yang dinyalakan dengan sensor cahaya. Ketika hari mulai gelap, lampu akan menyala.

’’Begitu pula sakelar kamar mandi yang pakai sensor suara tepuk tangan,’’ jelasnya. Selain itu, ada kipas angin yang diatur dengan sensor suhu. Demikian pula air mancur di taman. Ada juga tombol khusus untuk mem buka pagar rumah dan buzzer untuk pengaman taman. (ant/c14/nda)