Galakkan Patroli dan Sosialisasi Antisipasi Karhutla

Galakkan Patroli dan Sosialisasi Antisipasi Karhutla

  Jumat, 14 September 2018 10:00
SOSIALISASI: Tim dari sejumlah pihak melakukan sosialisasi larangan membakar lahan yang dilakukan ke rumah-rumah warga. IST

Berita Terkait

KODIM 1203 Ketapang terus menggalakkan dan meningkatkan patroli dan sosialisasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Ketapang. Patroli dan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

TNI bersama instansi terkait dan masyarakat mendatangi tempat-tempat yang rawan terjadinya pembakaran lahan. Mereka memberikan pemahaman secara langsung tentang larangan membakar hutan dan lahan. Tim patroli membawa poster yang tertuliskan larangan untuk membakar hutan dan sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat. 

Dandim 1203 Ketapang, Letkol Kav Jami'an, mengatakan kegiatan patroli dan sosialisasi ini dilakukan ke sejumlah daerah yang dianggap rawan terjadi kebakaran lahan. "Kegiatan ini sangat efektif sebagai salah satu upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Mengingat di wilayah Ketapang merupakan salah satu kabupaten yang berpotensi tinggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya," katanya.

Jami'an menjelaskan, sosialisasi ini melibatkan sejumlah pihak. Kegiatan ini juga mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. Masyarakat yang awalnya tidak memahami jika membakar lahan itu dilarang, dengan adanya sosialisasi ini mulai memahami. "Sikap masyarakat sangat antusias dalam mendukung kegiatan patroli dan sosialisasi ini," jelasnya.

Kegiatan patroli dan sosialisasi karhutla ini dilakukan di seluruh kecamatan di wilayah Ketapang oleh anggota Koramil beserta dengan Polri, Manggala Agni dan masyarakat setempat yang dilakukan setiap hari. Pihaknya optimis bahwa tingkat kebakaran hutan dan lahan di Ketapang akan berkurang di tahun depan. Karena di setiap desa sudah terbentuk Masyarakat Peduli Api (MPA), termasuk perusahaan perkebunan yang sudah diwajibkan membentuk peleton siaga api dengan perlengkapan pemadam kebakaran yang standar.

"Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat semakin meningkat untuk tidak membakar lahan dan termasuk kesiapan untuk menghadapi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan menjadi lebih baik dari sebelumnya," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait