Gaji Telat Tiga Bulan

Gaji Telat Tiga Bulan

  Senin, 20 May 2019 10:33
MEDIASI: Sejumlah perwakilan karyawan PT IGP mengikuti mediasi dengan pihak perusahaan, Sabtu (18/5). Mediasi disaksikan langsung oleh pihak kepolisian.ISTIMEWA

Berita Terkait

Karyawan Tuntut Hak

NGABANG – Sejumlah perwakilan karyawan PT Ichtiar Gusti Pudi (IGP) mendatangi kantor perusahaan, Sabtu (18/5). Mereka menuntut agar perusahaan asal negeri jiran itu segera melunasi gaji yang tertungak selama tiga bulan.

Manager kebun, Edi menuturkan pertemuan tersebut berakhir pukul 12.15 Wib. Hasil keputusan rapat mengatakan bahwa perusahaan diharuskan membayarkan gaji pada 29 Mei 2019 mendatang. “Mereka menuntut gaji. Jika tidak dibayarkan maka karyawan akan melaksanakan mogok kerja dibawah pimpinan serikat pekerja yang ada,” terangnya.

Disesi lain, salah satu perwakilan karyawan, Ocom mengatakan, mereka merupakan karyawan PT. IGP. Mereka ialah perwakilan karyawan kantor kebun dan pabrik ingin menanyakan kepada pihak Management tentang kepastian pembayaran gaji yang sudah memasuki bulan ke tiga belum ada realisasinya.

"Kedatangan kami bukan untuk berunjuk rasa atau demo melainkan menanyakan kejelasan pembayaran gaji yang sudah tiga bulan belum dibayarkan," aku Ocom dihadapan pihak kepolisian dan Management perusahaan.

Selanjutnya, salah satu tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Landak, Suparda juga memberikan arahan dan harapannya kepada kedua belah pihak, baik karyawan maupun perusahaan, agar persoalan itu dibicarakan denga arif dan bijaksana, hingga terdapat kesepahaman yang tidak menimbulkan gejolak internal perusahaan.

"Sebaiknya persoalan ini dicarikan solusi dan jawaban yang pasti, hingga karyawan tidak bertanya-tanya tentang haknya. Demikian juga perusahaan dapat mengakomodir apa yang menjadi tuntutan karyawan," pinta Suparda disambut tepuk tangan yang hadir. 

Sebelumnya, tedapat isu unjuk rasa yang akan dilakukan oleh karyawan. Polres Landak pun harus menurunkan sejumlah personelnya. Sedikitnya dua unit kendaraan roda enam dan empat unit kendaraan roda empat, termasuk mobil patroli Polsek Ngabang dan Polsek Sengah Temila dikerahkan melakukan mobilisasi dengan kekuatan 60 Personel. “Hal itu dilakukan dalam rangka antisipasi rusuh massa karyawan yang akan menyampaikan tuntutannya kepada perusahaan,” terang Kabag Ops Kompol Asmadi.

Pada pertemuan tersebut, Kabag Ops menyampaikan pesan Kapolres Landak agar dalam penyampaian aspirasinya sesuai aturan. "Silakan sampaikan tuntutannya, namun jangan ada tindakan melawan hukum, baik itu perbuatan anarkis maupun penyanderaan dan penyegelan fasilitas perusahaan," pinta Kompol Asmadi. (mif)

Berita Terkait