Gagal Temui Kades, Warga Segel Kantor Desa Malikian

Gagal Temui Kades, Warga Segel Kantor Desa Malikian

  Selasa, 24 July 2018 10:00
TUNTUT TRANSPARANSI: Warga menyegel dan menduduki kantor Desa Malikian | WAHYU JARTHAKUSUMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Sedikitnya 30 massa menyambangi Kantor Desa Malikian, Kecamatan Mempawah Hilir, Senin (23/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka menuntut transparansi pengelolaan Dana Desa dan pencopotan pejabat Kasi Ekbang. Gagal menemui Kepala Desa (Kades), warga pun memutuskan menyegel Kantor Desa Malikian.

Kapolres Mempawah, AKBP Didik Dwi Santoso, S.Ik melalui Paur Humas, Ipda Imam Widhiatmoko membenarkan aksi masyarakat itu. Menurut Imam, aksi puluhan warga bermula dari kekecewaan masyarakat terhadap pengelolaan anggaran dana desa dilingkungannya.

Masyarakat menduga Kepala Desa Malikian dan sejumlah perangkatnya tidak mengelolaan anggaran dana desa dengan baik sesuai aturan dan untuk kepentingan masyarakat Desa Malikian. Atas ketidakpuasan itulah, masyarakat pun mendatangi Kantor Desa dengan tujuan untuk mendapatkan penjelasan dari Kades. “Namun Kades tidak dapat ditemui masyarakat. Hal ini semakin memperburuk suasana. Karena, masyarakat beranggapan Kades sengaja menghindar,” tutur Imam.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan, lanjut Imam, Kapolsek Mempawah Hilir, Iptu Djamaludin beserta jajarannya berupaya menenangkan puluhan masyarakat yang dipimpin Suryadi Hamzah, Sudarso dan Adi itu untuk melakukan mediasi beserta Ketua BPD Malikian, Ahkmad di kediaman salah seorang warga yang persis berada di samping Kantor Desa Malikian.

“Kalau saja Kades mau menemui masyarakat, maka tidak perlu melakukan penyegelan kantor desa ini. Namun, faktanya Kades sengaja menghindari masyarakat. Tadi, Kades sempat hadir tetapi sudah pergi lagi,” sesal Sudarso.

Di tempat sama, Kepala BPD Malikian, Ahkmad menyayangkan sikap Kades yang enggan menemui masyarakat untuk memberikan penjelasan terkait pengelolaan dana desa dan tuntutan masyarakat atas pemberhentian Kasi Ekbang, Indra Susito. “Tindakan Kades tidak mau menemui masyarakat tentunya menjadi penilaian yang kurang bagus terhadap kinerja pemerintahan desa Malikian,” pendapatnya.

Mendinginkan suasana, masih menurut Imam, Kapolsek pun meminta masyarakat agar bersikap tenang dan dapat mengendalikan diri. Kapolsek menyarankan agar masyarakat dapat menyampaikan permasalahan ini kepada Camat dan Bidang Pemdes. Agar, berbagai permasalahan dapat diselesaikan dengan baik.

“Rencananya, besok masyarakat ini akan menemui Camat Mempawah Hilir dan Pemdes. Kami akan tetap mengawal dan memediasi masyarakat agar seluruh permasalahan dapat diselesaikan dengan baik,” tegas Imam.

“Untuk kantor desa yang disegel akan dibuka kembali pada besok hari pukul 08.00 WIB sehingga tidak menghambat aktivitas pelayanan publik dilingkungan masyarakat Desa Malikian,” pungkasnya.

Warga menyegel kantor desa dengan cara dirantai dan digembok. Sejumlah warga juga tampak menduduki kantor desa sembari menunggu kedatangan Kades Malikian untuk mendapatkan penjelasan atas tuntutan masyarakat setempat. (wah)

Berita Terkait