Gadis Pontianak Menuju Miss Supranational 2018

Gadis Pontianak Menuju Miss Supranational 2018

  Selasa, 6 November 2018 10:22
KOSTUM DAYAK: Puteri Indonesia Pariwisata 2018 Wilda Octaviana Situngkir mengenakan national costume yang akan dipakai di Miss Supranational 2018. Imam Husein/Jawa Pos

Berita Terkait

Konsisten Kenalkan Kalimantan

JAKARTA – Satu lagi wakil Indonesia hadir di kompetisi kecantikan internasional. Dia adalah Wilda Octaviana Situngkir, Puteri Indonesia Pariwisata 2018. Perempuan asal Pontianak itu mewakili Indonesia pada perhelatan Miss Supranational 2018 di Polandia. Malam puncak akan diadakan di MOSiR Krynica Zdroj pada 7 Desember.

Kemarin (5/11) Wilda memperagakan sejumlah busana yang bakal dikenakannya selama mengikuti rangkaian acara Miss Supranational. Salah satunya, national costume bertajuk The Sacred Hudoq. Kostum rancangan Dynand Fariz dari Jember Fashion Carnaval tersebut terinspirasi dari budaya Dayak di Kalimantan, pulau asal Wilda.

Saat berlenggak-lenggok di Aula Sasono Wiwoho, Menteng, Wilda terlihat cantik sekaligus perkasa. Topeng burung enggang, satwa khas Kalimantan, tampak elok menghiasi kostum 17 kilogram tersebut. ’’Hudoq itu manusia yang menjelma menjadi makhluk sebelum orang panen padi, semacam wujud pengucapan syukur,’’ jelasnya.

Nuansa Kalimantan tecermin di salah satu gaun yang dibawa Wilda ke Polandia. Busana itu bertajuk Enchanting Beauty of West Borneo. Gaun rancangan Eko Tjandra tersebut dihiasi ornamen yang terinspirasi kekayaan alam dan budaya Kalimantan Barat. Misalnya, yang terlihat dari motif ukiran Kalimantan, warna hijau hutan Borneo, dan garis meliuk bak Sungai Kapuas.

Sebagai putri Kalimantan, Wilda konsisten memperkenalkan budaya daerah asalnya. Bagi dia, Kalimantan punya daya tarik wisata yang cukup tinggi. Juga berpotensi dikembangkan. Pulau itu terkenal sebagai salah satu paru-paru dunia berkat hutan lebatnya.

Dengan mengangkat keindahan alam dan budaya Kalimantan ke ajang internasional, Wilda ingin pulau tersebut mendapat perhatian lebih. Selama ini mayoritas wisatawan asing mengenal Bali. ’’Setiap ada kesempatan, saya mau terus mengenalkan Kalimantan,’’ ujar Wilda mantap.

Perempuan 23 tahun itu ingin mengenalkan budaya Kalimantan lewat tarian. Salah satu sesi di Miss Supranational adalah talent competition alias unjuk bakat. Jika berkesempatan tampil, Wilda ingin membawakan tarian khas suku Dayak. ’’Konsepnya gabungan antara tradisional dan modern,’’ tutur alumnus Universitas Panca Bhakti Pontianak tersebut.

Dia ingin membagikan pengalamannya terkait dengan bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala. Dia sempat berkunjung ke lokasi bencana. Kebetulan, sejumlah kontestan Miss Supranational sudah mengetahuinya. ’’Saya cerita bahwa kondisi Indonesia memang seperti ini. Tapi, kami berdoa dan yakin kalau Indonesia bisa pulih,’’ tutur Wilda.

Tidak hanya berbagi seputar kondisi negaranya, Wilda juga ingin membagikan inspirasi lewat kisah hidupnya. Terutama tentang pentingnya perempuan untuk mandiri. Sebab, pengalaman hidup membuatnya menjadi pribadi yang kuat dan tegar. Dia ingin menggunakan Miss Supranational sebagai sarana untuk menyampaikan hal tersebut kepada sesama perempuan. ’’Ajang ini bukan cuma kontes kecantikan, tapi juga saling menguatkan,’’ tandasnya. (len/c14/nda)

Berita Terkait