Formasi Baru Azzuri Belum Sukses

Formasi Baru Azzuri Belum Sukses

  Sabtu, 3 September 2016 09:30

BARI – Italia ingin menunjukkan wajah baru di era allenatore Giampiero Ventura. Formasi ofensif 4-2-4 yang digembar-gemborkan oleh Ventura ketika ditunjuk jadi suksesor Antonio Conte Juli lalu , nyatanya masih belum mujarab.

Kemarin (2/9) di Stadion San Nicola, pria berusia 63 tahun tersebut mengawali debutnya sebagai arsitek Italia dengan seret. Azzurri, julukan Italia, dipermalukan Prancis dengan skor 1-3.

Satu-satunya gol Italia dikontribusikan oleh Graziano Pelle pada menit ke-21. Sedang Prancis membuat gawang Italia bergetar tiga kali lewat Anthony Martial (17'), Olivier Giroud (28'), dan Layvin Kurzawa (81').

Mengomentari kekalahan di laga perdananya kemarin seperti diberitakan Footbal Italia Ventura mengakui sempitnya waktu jadi kendala. Namun mantan pelatih Torino itu menjanjikan penampilan yang lebih baik di kualifikasi Piala Dunia 2018 lawan Israel Selasa (6/9) mendatang.

“Saya puas dengan penampilan tim ini. Kami berjuang keras untuk tak kebobolan lebih dari tiga gol lawan Prancis ini,” kata Ventura.

Italia era Ventura ini punya wajah yang berbeda dengan era Antonio Conte. Biasanya Conte yang memakai formasi 3-5-2 dan membiarkan lawan menekan lalu menghukum dengan serangan balik yang maut, hal itu tak terjadi di era Ventura.

Dalam laga kemarin, Italia unggul ball possession sampai 60 persen versi livescore. Hanya Prancis yang lebih punya akurasi dan banyak kesempatan menjebol gawang lawan lebih banyak.

Prancis membuat delapan attempts ke gawang Italia yang secara bergantian dijaga Gianluigi Buffon dan Gianluigi Donnarumma. Enam diantara percobaan Prancis mengenai sasaran.

Italia sendiri melakukan sembilan tembakan ke gawang Prancis. Namun hanya dua yang mengarah ke gawang Les Bleus, julukan Prancis. Kalau diakurasikan, Prancis level akurasinya mencapai 75 persen. Sedang Italia hanya 28,75 persen.

Sebaliknya kalau Italia memble, maka penggemar Manchester United jadi orang yang paling bersorak. Apalagi kalau bukan disebabkan moncernya penampilan dua pemain United di tubuh Prancis. Yakni Anthony Martial dan Paul Pogba.

Gol Martial kemarin sekaligus memungkasi masa infertilnya bersama Prancis. Sebelum kemarin pada 12 caps sebelumnya, mantan pemain  Monaco tersebut tanpa gol. Sedang bagi Pogba yang memberikan dua assist, satu buat Martial dan satu bagi Kurzawa, kian menekankan krusialnya Pogba. 

Seperti diberitakan L'Equipe kemarin entraineur Prancis Didier Deschamps bersyukur seandainya Martial sudah menghasilkan gol perdananya buat Prancis. Sebab sebelum laga Deschamps berkata Martial harus meningkatkan kualitasnya agar tak tersisih dari persaingan di timnas.

“Terkadang Martial harus menekan dirinya sampai limit tertentu agar mengetahui batas kemampuannya. Dia harus berjuang dengan melawan diri sendiri,” tutur mantan entraineur Marseille itu.

Sementara itu, dalam laga kemarin untuk pertama kalinya FIFA memberlakukan video replay sebagai alat bantu kepada wasit. Dengan tayangan ulang video tersebut maka kerja wasit akan sangat terbantu.

Seperti diberitakan The Telegraph kemarin video tersebut hanya digunakan untuk membantu putusan wasit soal pengesahan gol. Namun video tersebut tak bisa dipakai untuk masalah pemberian penalti juga kartu merah kepada pemain.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan inilah era baru sepak bola. Dan penggunaan video replay ini akan digunakan untuk perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia mendatang. (dra)