FKUB Kalbar Raih Harmony Award 2018

FKUB Kalbar Raih Harmony Award 2018

  Jumat, 4 January 2019 09:34
PENGHARGAAN : Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menyerahkan Piagam Harmony Award Tahun 2018 kepada Ketua FKUB Kalbar.

Berita Terkait

Momentum Peringatan Hari Amal Bakti ke 73  

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Barat meraih Harmony Award 2018 pada Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama  ke 73.  Penghargaan ini membuktikan perbedaan etnik dan agama di Kalimantan Barat tidak memisahkan justru dijadikan pemersatu.

MARSITA RIANDINI, Pontianak. 

Momentum Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama  tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya. Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin menganugerahkan Harmony Award Tahun 2018 dengan Kinerja terbaik untuk FKUB Kalbar. Anugerah ini diberikan secara langsung kepada ketua FKUB Kalbar Ismail Ruslan pada acara yang dilaksanakan Kamis (3/1) di Kantor Kemenag Jakarta. Dua provinsi lainnya yang memperoleh Harmony Award 2018 diberikan Provinsi Aceh dan DKI Jakarta.

Ketua FKUB Kalbar,  Ismail Ruslan mengungkapkan bahwa anugerah Menteri Agama RI ini merupakan kemuliaan yang Tuhan  berikan kepada masyarakat Kalbar. “Ini sebagai bukti bahwa perbedaan etnik dan agama tidak memisahkan justru dijadikan pemersatu,” jelasnya. 

Peran FKUB Kalbar dalam memelihara kerukunan umat gencar dilakukan. Terutama dalam memasuki tahun politik. Mencegah terjadinya konflik, serta bersama masyarakat untuk cerdas menyikapi keberagaman. Mengantisipasi dan menangkal hoaks atau informasi bohong yang bisa menjadi pemicu munculnya tindakan-tindakan lainnya yang pada akhirnya bisa mengganggu dan merusak hubungan antar umat beragama.

Lebih lanjut Ismail mengungkapkan,  masyarakat Kalbar telah membuktikan bahwa prediksi Kalbar sebagai zona merah, rentan kerusuhan pada Pemilihan kepala daerah 2018 yang berlangsung serentak kemarin justru bisa terlaksana dengan lancar. “Bisa berjalan damai,” tuturnya. 

Diketahui Kalbar termasuk satu di antara provinsi yang termasuk dalam zona merah, seperti pemetaan yang dilakukan oleh pemerintah pusat, terkait dalam penyelenggaraan Pilkada serentak di Indonesia belum lama ini. Kendati Kalimantan Barat memiliki indeks kerawanan tinggi berdasarkan penilaian beberapa lembaga dan penyelenggara pengawasan Pemilu, namun nyatanya Kalbar tetap kondusif dengan kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi, bahkan hingga pelantikan pasangan calon terpilih tetap aman dan damai. 

Dekan Fakultas Ushuludin, Adab dan Dakwah ( FUAD IAIN) Pontianak ini mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak, kepada Kapolda Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura, Kanwil Agama Kalbar, Rektor IAIN Pontianak serta seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ikut menjaga Kalbar tetap aman dan damai hingga saat ini. “Terima kasih kepada Gubernur dan Pj Sekda Kalbar yang telah menfasilitasi keberangkatan FKUB ke Jakarta,” pungkasnya.

Berita Terkait